Emas Dunia Naik Tipis Jelang Pidato The Fed

BACA JUGA

OLAHRAGA

TECHNOLOGY

HIBURAN

JCCNetwork.id- Harga emas dunia bergerak menguat tipis pada perdagangan Kamis, 27 Agustus 2026. Kenaikan tersebut terjadi ketika pelaku pasar cenderung menahan transaksi menjelang pidato Ketua Federal Reserve Amerika Serikat (The Fed) Kevin Warsh dalam konferensi tahunan Jackson Hole.

Harga emas spot tercatat naik 0,3 persen menjadi USD4.607,41 per ons. Sementara itu, kontrak emas berjangka menguat 0,2 persen ke level USD4.660,56 per ons.

- Advertisement -

Pergerakan emas pada pekan ini relatif terbatas setelah komoditas tersebut mencatat lonjakan lebih dari 5 persen pada pekan sebelumnya. Penguatan sebelumnya didorong oleh meningkatnya permintaan terhadap emas sebagai aset lindung nilai ketika investor menghadapi tekanan terhadap pasar obligasi pemerintah AS dan kekhawatiran mengenai penurunan nilai mata uang.

Investor kini mengalihkan perhatian terhadap perkembangan kebijakan moneter AS. Pidato Warsh di Jackson Hole menjadi salah satu agenda yang paling ditunggu karena dapat memberikan gambaran mengenai arah kebijakan suku bunga The Fed dalam pertemuan September mendatang.

Inflasi AS Masih di Atas Target
Data ekonomi AS yang dirilis sebelumnya menunjukkan tekanan inflasi masih bertahan. Indikator inflasi yang menjadi perhatian utama The Fed meningkat 0,2 persen secara bulanan pada Juli 2026. Secara tahunan, indikator tersebut tumbuh 3,3 persen.

- Advertisement -

Pertumbuhan tahunan sebesar 3,3 persen masih jauh di atas target inflasi jangka panjang The Fed sebesar 2 persen. Sementara secara bulanan, laju inflasi mengalami percepatan dibandingkan capaian pada Juni.

Data tersebut menjadi perhatian pasar karena menunjukkan proses penurunan inflasi menuju sasaran bank sentral belum sepenuhnya berjalan. Kondisi itu berpotensi memengaruhi keputusan The Fed dalam menentukan tingkat suku bunga.

Di sisi lain, perekonomian AS masih menunjukkan ketahanan. Estimasi kedua pertumbuhan produk domestik bruto (PDB) riil AS pada kuartal II 2026 tetap berada di level 1,5 persen.

Kombinasi antara pertumbuhan ekonomi yang relatif kuat dan inflasi yang masih tinggi membuat ekspektasi pasar terhadap pemangkasan suku bunga The Fed pada September menjadi lebih berhati-hati.

Pelaku pasar juga mencermati komunikasi Warsh. Pernyataan pejabat The Fed sebelumnya dinilai belum memberikan petunjuk jelas mengenai langkah yang akan diambil terhadap suku bunga maupun strategi untuk mengendalikan inflasi.

Pasar Obligasi Jadi Perhatian
Selain data ekonomi, pergerakan pasar obligasi pemerintah AS turut menjadi faktor yang memengaruhi harga emas. Kenaikan imbal hasil atau yield obligasi biasanya meningkatkan daya tarik aset berbasis dolar dan dapat memberikan tekanan terhadap emas yang tidak memberikan imbal hasil.

Pasar obligasi AS sebelumnya mengalami tekanan akibat kekhawatiran mengenai prospek inflasi serta meningkatnya kebutuhan pembiayaan perusahaan besar untuk pembangunan infrastruktur kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI).

Kenaikan harga minyak juga menjadi perhatian karena dapat meningkatkan tekanan inflasi. Kondisi tersebut berpotensi membuat bank sentral mempertahankan kebijakan moneter ketat lebih lama.

Pekan sebelumnya, aksi jual pada obligasi pemerintah AS tenor panjang berlangsung cukup besar. Pemerintah AS melalui Departemen Keuangan kemudian mengambil langkah untuk meredam kenaikan yield, tetapi intervensi tersebut belum sepenuhnya menghilangkan kekhawatiran investor.

Di tengah gejolak pasar obligasi, emas justru mengalami penguatan. Indeks dolar AS juga tercatat melemah hampir 1 persen pada pekan sebelumnya. Kondisi tersebut turut mendukung pergerakan harga logam mulia.

Ketegangan AS-Iran Dorong Harga Minyak
Perhatian investor tidak hanya tertuju pada kebijakan moneter. Perkembangan geopolitik di Timur Tengah juga kembali memengaruhi pasar komoditas.

Laporan The Wall Street Journal menyebut Amerika Serikat tidak berminat kembali pada ketentuan nota kesepahaman atau MoU yang sebelumnya disepakati dengan Iran pada pertengahan Juni.

Washington disebut memilih menunggu perkembangan tekanan ekonomi terhadap Teheran. Pada awal pekan, pemerintah AS juga mengumumkan serangkaian sanksi baru terhadap individu dan entitas yang memiliki keterkaitan dengan Iran.

Kebijakan tersebut disertai peringatan kepada negara lain agar tidak mempertahankan hubungan ekonomi dengan Teheran.

Gedung Putih juga menyatakan belum terdapat proses negosiasi yang sedang berlangsung dengan Iran. Pemerintah AS menunggu adanya kesediaan dari Iran untuk kembali ke meja perundingan secara serius.

“Saat ini tidak ada negosiasi (dengan Iran) yang sedang berlangsung, dan situasi ini akan terus berlanjut sampai presiden merasa bahwa mereka mungkin bersedia duduk di meja perundingan secara serius dan bermakna. Kami belum melihat hal itu terjadi,” ujar Sekretaris Pers Gedung Putih Karoline Leavitt dalam sebuah wawancara.Harga minyak naik menyusul laporan Wall Street Journal tersebut.

Perkembangan tersebut memicu kenaikan harga minyak mentah karena pasar kembali memperhitungkan risiko gangguan pasokan energi apabila ketegangan di kawasan Timur Tengah meningkat.

Harga minyak mentah berjangka Brent terakhir tercatat naik 2,2 persen menjadi USD88,85 per barel.

Kenaikan harga minyak menjadi salah satu faktor yang perlu diperhatikan pasar emas. Jika berlangsung berkelanjutan, lonjakan harga energi dapat memperbesar tekanan inflasi dan memengaruhi ekspektasi investor terhadap kebijakan suku bunga The Fed.

Dengan demikian, pasar emas saat ini berada di antara dua faktor utama, yakni prospek kebijakan moneter AS dan meningkatnya risiko geopolitik. Pelaku pasar akan mencermati pidato Warsh di Jackson Hole untuk memperoleh petunjuk lebih jelas mengenai arah suku bunga serta kebijakan bank sentral AS dalam menghadapi inflasi yang masih berada di atas target.

- Advertisement -

BACA LAINNYA

BMKG Prakirakan Hujan di Sejumlah Wilayah

JCCNetwork.id- Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprakirakan sejumlah wilayah Indonesia berpotensi mengalami hujan ringan pada Sabtu (22/8/2026). Masyarakat di beberapa daerah diminta tetap...

Rumah Terbakar di Pondok Labu

170 Pendaki Semeru Dievakuasi

Stok Rudal THAAD AS Menipis

DPR Siap Tampung Aspirasi Demonstran

BERITA TERBARU

EKONOMI

TERPOPULER