JCCNetwork.id- Presiden Prabowo Subianto meresmikan operasional 1.061 Koperasi Desa dan Kelurahan Merah Putih (KDKMP) di Kabupaten Nganjuk, Jawa Timur, Sabtu (16/5/2026). Peresmian tersebut menjadi tonggak percepatan program ekonomi kerakyatan pemerintah yang ditargetkan mampu memperkuat distribusi pangan, memperluas lapangan kerja, serta meningkatkan kemandirian ekonomi masyarakat desa.
Dalam sambutannya, Presiden menyampaikan bahwa pembangunan koperasi dilakukan dalam waktu relatif singkat sejak dimulai pada November 2025. Menurutnya, keberhasilan mengoperasikan lebih dari seribu koperasi dalam kurun tujuh bulan menunjukkan kemampuan pemerintah dalam mempercepat pembangunan berbasis desa.
Presiden mengatakan seluruh koperasi yang diresmikan telah dilengkapi berbagai fasilitas penunjang operasional, mulai dari gedung, gudang penyimpanan, sistem digitalisasi, hingga dukungan sarana logistik. Pemerintah menilai keberadaan infrastruktur tersebut penting agar koperasi tidak hanya berfungsi sebagai pusat perdagangan desa, tetapi juga menjadi simpul distribusi kebutuhan masyarakat.
“Pembangunan fisik saja dimulai sekitar November 2025 sampai sekarang, berarti kurang dari enam bulan. November, Desember, Januari, Februari, Maret, April, Mei, tujuh bulan ya. Dalam tujuh bulan kita bisa operasionalkan 1.061 koperasi,” ujar Presiden Prabowo dilansir dari Antara, Sabtu (16/5).
Kepala Negara menegaskan, pengembangan KDKMP menjadi bagian dari strategi nasional untuk memperkuat ekonomi rakyat dari tingkat paling bawah. Pemerintah berharap koperasi desa mampu menjadi motor penggerak aktivitas ekonomi lokal sekaligus membantu memperpendek rantai distribusi pangan dan kebutuhan pokok.
Dalam kesempatan itu, Prabowo juga menjelaskan alasan dipilihnya angka 1.061 sebagai jumlah koperasi yang diresmikan. Ia menyebut angka tersebut merupakan usulan Direktur Utama PT Agrinas Pangan Nusantara, Joao Angelo De Sousa Mota, yang mengaitkannya dengan angka favorit Presiden.
“Dirut Agrinas ingat bahwa saya suka angka delapan. Jadi kalau begitu Pak, tidak usah 1.300, 1.061 saja Pak. Jadi kalau satu sama enam tujuh, tujuh sama satu delapan,” ungkapnya.
Sebaran koperasi yang dioperasikan meliputi 530 unit di tujuh kabupaten di Jawa Timur dan 531 unit di delapan kabupaten serta kota di Jawa Tengah. Setiap koperasi disebut menyerap sekitar 17 tenaga kerja lokal yang berasal dari desa setempat, sehingga program tersebut dinilai turut membuka peluang kerja baru bagi masyarakat.
Pemerintah melalui PT Agrinas Pangan Nusantara saat ini juga tengah mempercepat pembangunan tambahan 25 ribu koperasi di berbagai daerah. Target nasional yang dicanangkan adalah menghadirkan total 30 ribu Koperasi Desa dan Kelurahan Merah Putih yang dapat beroperasi penuh di seluruh Indonesia pada Agustus 2026.
Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan melaporkan bahwa lebih dari 9.000 gedung dan gudang koperasi telah siap secara fisik. Pemerintah optimistis percepatan pembangunan tersebut dapat memperkuat sistem ekonomi berbasis kerakyatan sekaligus mendukung ketahanan pangan nasional.
Peresmian ribuan koperasi itu turut dihadiri sejumlah pejabat tinggi negara, di antaranya Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian, Panglima TNI Agus Subiyanto, Kapolri Listyo Sigit Prabowo, serta Ketua MPR Ahmad Muzani.
Pemerintah menilai program KDKMP akan menjadi fondasi baru dalam membangun ekonomi desa yang terintegrasi dengan sistem distribusi nasional. Selain memperkuat sektor pangan, koperasi tersebut diharapkan mampu meningkatkan daya saing produk lokal dan memperluas akses masyarakat desa terhadap layanan ekonomi modern.


