Awal Mei 2026, Harga Pangan Nasional Berfluktuasi

BACA JUGA

OLAHRAGA

TECHNOLOGY

HIBURAN

JCCNetwork.id- Pergerakan harga pangan nasional kembali menunjukkan fluktuasi pada awal Mei 2026. Berdasarkan data terbaru Pusat Informasi Harga Pangan Strategis (PIHPS) Nasional yang dikelola Bank Indonesia, sejumlah komoditas mengalami kenaikan dan penurunan harga di tingkat pedagang eceran.

Dalam pemantauan per Sabtu (2/5/2026) pukul 10.00 WIB, lonjakan paling mencolok terjadi pada cabai rawit merah. Komoditas ini tercatat menembus Rp60.000 per kilogram (kg), naik signifikan dibandingkan posisi akhir April 2026 yang berada di level Rp54.400 per kg. Di sisi lain, harga telur ayam ras justru mengalami penurunan tipis menjadi Rp31.000 per kg dari sebelumnya Rp31.200 per kg.

- Advertisement -

Selain itu, sejumlah komoditas bumbu dapur juga terpantau stabil di kisaran harga menengah. Bawang merah dijual Rp45.000 per kg, sedangkan bawang putih berada di angka Rp38.500 per kg. Untuk komoditas beras, variasi harga masih terlihat berdasarkan kualitas. Beras kualitas bawah I berada di Rp14.150 per kg dan kualitas bawah II Rp14.650 per kg. Sementara beras kualitas medium I dan II masing-masing dijual Rp15.800 per kg dan Rp15.450 per kg. Adapun beras kualitas premium atau super I mencapai Rp16.850 per kg dan super II Rp16.400 per kg.

Komoditas cabai lainnya juga menunjukkan pergerakan harga yang relatif tinggi. Cabai merah besar tercatat Rp49.500 per kg, cabai merah keriting Rp43.900 per kg, serta cabai rawit hijau Rp43.050 per kg.

Di sektor protein hewani, harga daging ayam ras segar tercatat Rp40.250 per kg, mengalami kenaikan dibandingkan akhir April yang berada di Rp37.550 per kg. Sementara itu, harga daging sapi justru mengalami penurunan. Daging sapi kualitas I kini berada di Rp142.900 per kg dari sebelumnya Rp152.250 per kg, sedangkan kualitas II turun menjadi Rp136.250 per kg dari Rp144.650 per kg.

- Advertisement -

Untuk kebutuhan pokok lainnya, gula pasir premium tercatat Rp20.100 per kg dan gula pasir lokal Rp19.050 per kg. Sementara itu, harga minyak goreng menunjukkan tren kenaikan pada sebagian jenis. Minyak goreng curah naik menjadi Rp20.550 per liter dari Rp19.450 per liter. Minyak goreng kemasan bermerek I juga mengalami kenaikan tipis menjadi Rp24.050 per liter. Berbeda dengan itu, minyak goreng kemasan bermerek II justru turun ke level Rp22.800 per liter dari sebelumnya Rp23.000 per liter.

Fluktuasi harga ini mencerminkan dinamika pasokan dan permintaan di pasar domestik, terutama menjelang periode konsumsi yang cenderung meningkat. Pemerintah dan otoritas terkait terus memantau pergerakan harga guna menjaga stabilitas dan daya beli masyarakat.

- Advertisement -

BACA LAINNYA

Menkeu Sebut Kesepakatan Iran-AS Bisa Buka Ruang Fiskal Baru untuk Program Prioritas

JCCNetwork.id- Pemerintah menilai tercapainya kesepakatan damai antara Iran, Amerika Serikat (AS), dan Israel berpotensi memberikan dampak positif terhadap kondisi fiskal Indonesia pada tahun anggaran...

BERITA TERBARU

EKONOMI

TERPOPULER