Prancis Raih Tiga Poin Usai Kalahkan Senegal 3-1

BACA JUGA

OLAHRAGA

TECHNOLOGY

HIBURAN

JCCNetwork.id-Prancis mengawali kiprahnya di Grup I Piala Dunia 2026 dengan kemenangan meyakinkan setelah menundukkan Senegal 3-1 di Stadion MetLife, New Jersey, Selasa waktu setempat.

Dua gol Kylian Mbappe dan satu gol Bradley Barcola memastikan Les Bleus meraih tiga poin penuh pada laga perdana.

- Advertisement -

Sementara itu, Senegal hanya mampu membalas melalui Ibrahim Mbaye di masa injury time.

Hasil tersebut menempatkan Prancis di puncak klasemen sementara Grup I dengan koleksi tiga poin.

Sebaliknya, Senegal harus puas berada di dasar klasemen setelah gagal meraih poin pada pertandingan pembuka.

- Advertisement -

Meski kalah, Senegal sempat memberikan tekanan sejak awal pertandingan.

Nicolas Jackson memperoleh peluang emas pada babak pertama, namun upayanya belum mampu menghasilkan gol.

Menjelang turun minum, Ismaila Sarr juga mencoba mengancam, tetapi tendangannya melambung di atas mistar gawang.

Prancis meningkatkan intensitas serangan setelah jeda.

Michael Olise dan Mbappe bergantian menciptakan peluang, namun kiper Senegal Edouard Mendy tampil sigap menjaga gawangnya dari kebobolan.

Kebuntuan akhirnya pecah pada menit ke-66.

Mbappe mencatatkan namanya di papan skor setelah melepaskan tembakan keras yang gagal diantisipasi Mendy dan membawa Prancis unggul 1-0.

Senegal sempat mencetak gol balasan melalui Nicolas Jackson. Namun, wasit menganulir gol tersebut karena offside setelah melakukan pengecekan.

Keunggulan Prancis bertambah pada menit ke-82 ketika Bradley Barcola menyelesaikan umpan Adrien Rabiot untuk mengubah skor menjadi 2-0.

Tim asal Afrika itu belum menyerah dan berhasil memperkecil ketertinggalan menjadi 2-1 melalui gol Ibrahim Mbaye pada menit 90+5.

Namun harapan Senegal untuk mengejar hasil imbang sirna sesaat kemudian setelah Mbappe mencetak gol keduanya di laga tersebut.

Gol pada masa tambahan waktu itu sekaligus memastikan kemenangan 3-1 bagi Prancis dan mengamankan posisi mereka di puncak klasemen sementara Grup I.

 

 

Chief Analyst Doo Financial Futures, Lukman Leong membeberkan faktor penguatan nilai tukar (kurs) rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS), serta Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) yang mulai merangsek ke zona hijau.
Berdasarkan data Bloomberg, kurs rupiah terhadap dolar AS (US$) pada Selasa (16/6/2026), pukul 14.46 WIB, ‘menclok’ di level Rp17.715/US$. Sementara IHSG pada Senin (15/6), ditutup menguat 4,12 persen, ke 6.254,97.
Leong mengatakan, penguatan rupiah dan IHSG dipicu faktor eksternal yakni perdamaian AS dengan Iran. Ada juga faktor internal yang mendorong rupiah dan IHSG ‘berotot’. Yakni, kepercayaan investor menguat akibat intervensi Bank Indonesia (BI) dan pemerintah yang berancang-ancang menurunkan anggaran program Makan Bergizi Gratis (MBG).

“Iya, damai dan juga penguatan rupiah oleh langkah agresif BI serta pemerintah yang merencanakan akan kembali menurunkan anggaran MBG. Apabila damai, iya rupiah bisa menguat lagi di kisaran Rp17.000,” ujar Leong kepada Inilah.com, Jakarta, Selasa (16/6/2026).
Informasi saja, sejumlah pejabat AS dan Iran, mengumumkan telah menyepakati perjanjian untuk mengakhiri perang. Kedua belah pihak sepakat untuk membuka kembali Selat Hormuz, setelah perjanjian ditandatangani pada Jumat mendatang (19/6/2026).
Presiden AS, Donald Trump menyatakan, perjanjian damai tersebut memastikan Selat Hormuz ‘secara permanen bebas biaya’. Di sisi lain, pihak Iran menegaskan, perundingan nuklir selama 60 hari akan segera dimulai setelah AS mencairkan miliaran dolar AS dana Teheran yang selama ini dibekukan.

Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) – Merujuk laporan Reuters, Sekretaris Jenderal PBB António Guterres menyambut baik pengumuman bahwa AS dan Iran telah menyepakati perjanjian damai. Guterres menilai langkah ini merupakan momentum penting menuju penyelesaian konflik secara damai.
Negara-negara E4 yang terdiri dari Inggris, Prancis, Jerman, dan Italia langsung mengeluarkan pernyataan bersama pascapengumuman deal damai AS-Iran. Poin krusial yang mereka tekankan adalah Iran sama sekali tidak boleh memiliki senjata nuklir.

“Kami siap bekerja sama dengan AS, Iran, dan IAEA (Badan Tenaga Atom Internasional) untuk mencapai tujuan ini,” tulis pernyataan tersebut.

Sementara itu, Presiden Emmanuel Macron menyambut baik traktat yang dicapai antara Washington dan Teheran. Menurutnya, ini adalah buah manis dari diplomasi multipihak.

“Saya menyerukan implementasi yang cepat dan penuh oleh semua pihak yang berperang. Perjanjian ini harus memungkinkan pembukaan kembali Selat Hormuz secara mendesak dan tanpa syarat, yang siap didukung oleh misi internasional yang didirikan bersama Inggris,” tegas Macron.

Kemudian, Jerman, Kanselir Friedrich Merz turut mengucapkan selamat kepada Presiden Trump dan pihak Iran atas terobosan diplomatik ini. Merz optimistis kesepakatan ini akan membuka jalan bagi kebangkitan ekonomi global dan Timur Tengah yang lebih aman.

“Sangat penting untuk menerapkannya dengan tekad yang kuat,” tambahnya.

 

Rupiah dan IHSG Menguat, Sentimen Damai AS-Iran Mengerek Pasar

Rupiah Perkasa, IHSG Melonjak di Tengah Optimisme Investor

Kesepakatan AS-Iran Dorong Penguatan Rupiah dan IHSG

JCCNetwork.id-Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) dan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menunjukkan penguatan di tengah membaiknya sentimen pasar global dan meningkatnya kepercayaan investor terhadap kebijakan ekonomi domestik.

Berdasarkan data perdagangan Bloomberg pada Selasa (16/6/2026) pukul 14.46 WIB, rupiah menguat ke posisi Rp17.715 per dolar AS.

Sementara itu, IHSG pada penutupan perdagangan sehari sebelumnya tercatat naik 4,12 persen ke level 6.254,97.

Chief Analyst Doo Financial Futures, Lukman Leong, mengatakan pergerakan positif kedua instrumen tersebut dipengaruhi perkembangan geopolitik internasional, khususnya kesepakatan damai antara Amerika Serikat dan Iran yang dinilai mampu meredakan kekhawatiran pasar terhadap stabilitas kawasan Timur Tengah.

Selain faktor eksternal, Leong menilai langkah Bank Indonesia dalam menjaga stabilitas nilai tukar serta rencana pemerintah melakukan penyesuaian anggaran program Makan Bergizi Gratis (MBG) turut memberikan sentimen positif bagi investor.

“Iya, damai dan juga penguatan rupiah oleh langkah agresif BI serta pemerintah yang merencanakan akan kembali menurunkan anggaran MBG. Apabila damai, iya rupiah bisa menguat lagi di kisaran Rp17.000,” ujar Leong kepada Inilah.com, Jakarta, Selasa (16/6/2026).

Menurutnya, meredanya ketegangan geopolitik berpotensi membuka ruang penguatan rupiah lebih lanjut apabila kesepakatan damai antara Washington dan Teheran dapat direalisasikan secara konsisten.

Kesepakatan tersebut diumumkan setelah pejabat AS dan Iran menyatakan telah mencapai perjanjian untuk mengakhiri konflik yang berlangsung di antara kedua negara.

Salah satu poin utama dalam kesepakatan itu adalah pembukaan kembali Selat Hormuz yang selama ini menjadi jalur strategis perdagangan energi dunia.

Presiden AS Donald Trump menyebut perjanjian tersebut akan menjamin kelancaran akses pelayaran di Selat Hormuz.

Sementara pemerintah Iran menyatakan perundingan terkait program nuklir akan kembali dilanjutkan setelah proses pencairan dana yang selama ini dibekukan oleh AS.

Perkembangan itu mendapat respons positif dari komunitas internasional.

Sekretaris Jenderal Perserikatan Bangsa-Bangsa, António Guterres, menyambut baik tercapainya kesepakatan damai dan menilai langkah tersebut sebagai peluang penting untuk mendorong penyelesaian konflik melalui jalur diplomasi.

Dukungan serupa datang dari kelompok negara E4 yang terdiri atas Inggris, Prancis, Jerman, dan Italia.

“Kami siap bekerja sama dengan AS, Iran, dan IAEA (Badan Tenaga Atom Internasional) untuk mencapai tujuan ini,” tulis pernyataan tersebut.

Dalam pernyataan bersama, negara-negara tersebut menegaskan pentingnya pengawasan terhadap program nuklir Iran serta menyatakan kesiapan bekerja sama dengan berbagai pihak untuk menjaga stabilitas kawasan.

“Saya menyerukan implementasi yang cepat dan penuh oleh semua pihak yang berperang. Perjanjian ini harus memungkinkan pembukaan kembali Selat Hormuz secara mendesak dan tanpa syarat, yang siap didukung oleh misi internasional yang didirikan bersama Inggris,” tegas Macron.

Presiden Prancis Emmanuel Macron dan Kanselir Jerman Friedrich Merz juga menyampaikan apresiasi atas tercapainya kesepakatan tersebut.

Keduanya berharap implementasi perjanjian dapat berjalan efektif sehingga mendukung pemulihan ekonomi global dan menciptakan situasi keamanan yang lebih stabil di Timur Tengah.

Pelaku pasar menilai perkembangan geopolitik yang lebih kondusif berpotensi mengurangi tekanan terhadap pasar keuangan global, sekaligus meningkatkan minat investasi pada aset-aset negara berkembang, termasuk Indonesia.

“Sangat penting untuk menerapkannya dengan tekad yang kuat,” tambahnya.

- Advertisement -

BACA LAINNYA

Tanjung Verde Kejutkan Spanyol di Piala Dunia

JCCNetwork.id-Tanjung Verde mencatat hasil mengejutkan pada laga perdana Grup H Piala Dunia 2026 setelah menahan imbang Spanyol dengan skor 0-0 di Stadion Atlanta, Amerika...

BERITA TERBARU

EKONOMI

TERPOPULER