Pramono Targetkan Bongkar Monorel Rampung Juni 2026

BACA JUGA

OLAHRAGA

TECHNOLOGY

HIBURAN

JCCNetwork.id- Gubernur Pramono Anung Wibowo menetapkan target penyelesaian pembongkaran tiang monorel di sepanjang Jalan HR Rasuna Said, Jakarta Selatan, paling lambat Juni 2026. Penertiban infrastruktur mangkrak tersebut menjadi bagian dari penataan kawasan Kuningan agar memiliki wajah baru menjelang Hari Ulang Tahun (HUT) ke-499 Kota Jakarta.

Pramono menyampaikan, progres pembongkaran yang dilakukan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta menunjukkan perkembangan signifikan. Hingga akhir Februari 2026, sebanyak 109 tiang monorel telah dibongkar oleh Dinas Bina Marga DKI Jakarta. Proses pembongkaran dimulai sejak 14 Januari 2026.

- Advertisement -

Ia mengapresiasi kinerja jajaran Dinas Bina Marga yang dinilai mampu mempercepat pekerjaan dibanding target awal. Menurutnya, percepatan ini penting agar proses penataan lanjutan dapat segera dilakukan tanpa mengganggu aktivitas lalu lintas di salah satu ruas jalan utama ibu kota tersebut.

“Mudah-mudahan, bulan Juni. Saya sudah memberikan target untuk monorel ini bisa diselesaikan,” kata Pramono dikutip dari Antara, Selasa, 24 Februari 2026.

Setelah pembongkaran rampung, Pemprov DKI akan langsung melakukan penataan kawasan. Rencana revitalisasi meliputi pembangunan jalur pedestrian yang lebih lebar dan ramah pejalan kaki, perbaikan saluran air, serta penambahan ruang terbuka hijau berupa taman di sepanjang koridor Jalan HR Rasuna Said.

- Advertisement -

Penataan tersebut ditargetkan selesai sebelum 22 Juni 2026, bertepatan dengan peringatan HUT ke-499 Jakarta. Pramono berharap wajah kawasan Kuningan nantinya dapat menyerupai koridor Jalan Jenderal Sudirman–Jalan MH Thamrin yang telah lebih dulu direvitalisasi dengan konsep trotoar modern dan lanskap tertata.

“Mudah-mudahan, sebelum tanggal 22 Juni tahun ini, Jakarta untuk Kuningan ini kurang lebih nanti hampir sama dengan Sudirman-Thamrin. Ada pedestrian, ada tempat untuk selokan dan taman yang lebih baik,” ungkap Pramono.

Menurut dia, keberadaan tiang monorel yang terbengkalai selama bertahun-tahun telah mengganggu estetika kota serta memunculkan kesan kumuh di kawasan pusat bisnis tersebut. Karena itu, penertiban dilakukan sebagai bagian dari upaya pembenahan tata ruang dan peningkatan kualitas lingkungan perkotaan.

Pemprov DKI Jakarta mengalokasikan anggaran sebesar Rp100 miliar untuk pembongkaran tiang monorel sekaligus penataan ulang kawasan Jalan HR Rasuna Said. Anggaran tersebut mencakup biaya teknis pembongkaran struktur beton, pengangkutan material sisa, hingga pembangunan infrastruktur pendukung kawasan.

Sebelumnya, target pembongkaran sempat dipatok selesai pada September 2025. Namun, pemerintah daerah mendorong percepatan agar hasil penataan dapat dinikmati masyarakat lebih cepat, sekaligus menjadi bagian dari transformasi wajah Jakarta menjelang usia hampir lima abad.

Pramono juga memastikan bahwa setelah penataan di koridor Rasuna Said rampung, langkah serupa akan dilakukan terhadap sisa tiang monorel di kawasan Senayan. Penertiban tersebut diharapkan menuntaskan persoalan proyek monorel yang mangkrak sejak lama dan membuka ruang baru bagi pengembangan kawasan yang lebih tertata dan modern.

Dengan percepatan ini, Pemprov DKI menargetkan kawasan Kuningan menjadi koridor bisnis yang lebih representatif, nyaman bagi pejalan kaki, serta memiliki sistem drainase dan ruang hijau yang lebih baik, sejalan dengan visi pembangunan Jakarta sebagai kota global.

- Advertisement -

BACA LAINNYA

Arsenal Kian Kokoh di Puncak Klasemen

JCCNetwork.id-Arsenal semakin dekat mengakhiri penantian panjang gelar Liga Inggris setelah meraih kemenangan 1-0 atas Burnley di Emirates Stadium, Minggu. Hasil tersebut membuat Arsenal unggul lima...

BERITA TERBARU

EKONOMI

TERPOPULER