JCCNetwork.id- Federasi Futsal Indonesia (FFI) tengah menyiapkan langkah strategis untuk mendorong percepatan pembangunan futsal nasional dengan merekrut penasihat teknis asal Spanyol, Jose Tirado. Sosok yang dikenal luas di kancah futsal Eropa itu merupakan figur penting di balik kesuksesan klub elite AE Palma dalam beberapa tahun terakhir.
Rencana kerja sama tersebut pertama kali terungkap melalui laporan media Spanyol, Ultima Hora. Dalam pemberitaannya, media itu menyebut FFI melihat kebutuhan mendesak akan pendampingan dari tokoh berpengalaman di level kompetisi tertinggi Eropa guna memperkuat struktur klub dan liga futsal profesional di Indonesia.
Ultima Hora menilai Indonesia menjadi salah satu negara dengan pertumbuhan futsal paling pesat di kawasan Asia Tenggara. Antusiasme publik yang tinggi dinilai perlu diimbangi dengan tata kelola dan sistem kompetisi yang lebih solid agar perkembangan futsal berjalan berkelanjutan.
“Futsal adalah olahraga yang berkembang pesat di banyak bagian dunia, dan salah satu tempat di mana pertumbuhannya sangat pesat adalah Asia Tenggara, khususnya Indonesia. Untuk memanfaatkan antusiasme ini, Federasi Futsal Indonesia telah memutuskan untuk meminta bantuan José Tirado,” tulis Ultima Hora dalam laporannya, dikutip Jumat (6/2/2026).
Jose Tirado mengonfirmasi bahwa komunikasi dengan FFI telah berlangsung sejak beberapa bulan lalu. Dalam pembahasan awal, federasi meminta masukan strategis terkait penguatan klub serta pengelolaan liga profesional dari sisi organisasi.
“Beberapa bulan yang lalu, Federasi Futsal Indonesia menghubungi kami karena mereka ingin kami memberi nasihat tentang bagaimana memperkuat klub dan liga profesional di tingkat organisasi,” ungkap Tirado dikutip dari Ultima Hora.
Ia menjelaskan, pembicaraan antara kedua pihak telah memasuki tahap lanjutan. Pertemuan awal dilakukan di Barcelona dan menghasilkan kesepakatan prinsip yang menjadi dasar kerja sama resmi. Tirado dijadwalkan bertolak ke Jakarta untuk merampungkan proses penandatanganan perjanjian.
“Saya mengadakan pertemuan di Barcelona, dan kami meletakkan dasar untuk kesepakatan tersebut. Kamis ini, saya akan berangkat ke Jakarta untuk menandatangani perjanjian,” sambungnya.
Meski demikian, Tirado menegaskan perannya bersifat konsultatif dan tidak mengharuskannya menetap di Indonesia. Ia akan tetap berbasis di Palma, Spanyol, dengan agenda kunjungan rutin setiap dua hingga tiga bulan sekali, disertai pemantauan jarak jauh melalui konferensi video.
“Mereka bahkan ingin mengontrak saya dan menempatkan saya di sana secara permanen, tetapi saya menegaskan bahwa tempat saya adalah di Palma. Setiap dua atau tiga bulan sekali saya akan pergi ke sana selama seminggu, dan di antara waktu itu kami akan melakukan konferensi video,” ujar Tirado.
Tirado menilai kompetisi futsal Indonesia telah berada pada level yang kompetitif di Asia. Namun, menurutnya, aspek organisasi dan optimalisasi sumber daya masih memiliki ruang besar untuk ditingkatkan agar klub dan liga mampu berkembang lebih kuat dalam jangka panjang.
“Liga Indonesia adalah salah satu yang terkuat di benua ini, meskipun futsal lebih mapan di Jepang. Tujuan saya adalah agar negara ini berkembang dalam hal organisasi dan optimalisasi sumber daya, bukan untuk meningkatkan kualitas pemain, tetapi jika tim-tim berkembang, logis para pemain juga akan mencapai level yang lebih tinggi di masa depan,” tambahnya.
Nama Jose Tirado memiliki rekam jejak kuat di futsal Eropa. Bersama AE Palma, ia berkontribusi besar dalam membangun dominasi klub tersebut di level internasional. AE Palma tercatat menjuarai Liga Champions Futsal tiga musim berturut-turut pada 2022–2023, 2023–2024, dan 2024–2025.
Tak hanya itu, klub asal Spanyol tersebut juga sukses meraih gelar Intercontinental Futsal Cup pada 2023 dan 2024. Rangkaian prestasi itu mengukuhkan AE Palma sebagai salah satu kekuatan dominan futsal dunia, sekaligus mempertegas reputasi Tirado sebagai penasihat strategis yang diperhitungkan.
Dengan masuknya Jose Tirado sebagai penasihat, FFI berharap dapat mempercepat transformasi futsal nasional menuju sistem yang lebih profesional dan berdaya saing tinggi, baik di level Asia maupun global.



