Tabrakan Kereta Cepat di Spanyol Selatan Tewaskan Sedikitnya 21 Orang

BACA JUGA

OLAHRAGA

TECHNOLOGY

HIBURAN

JCCNetwork.id-Sedikitnya 21 orang dilaporkan meninggal dunia dalam kecelakaan kereta cepat di wilayah selatan Spanyol, Minggu (18/1) petang waktu setempat.

Otoritas memperingatkan jumlah korban jiwa masih berpotensi bertambah seiring berlanjutnya proses evakuasi hingga malam hari.

- Advertisement -

Menteri Transportasi Spanyol, Óscar Puente, menyatakan lebih dari 30 korban lainnya kini dirawat di sejumlah rumah sakit dengan kondisi luka serius.

Layanan Darurat Andalusia mencatat total sedikitnya 73 orang mengalami luka akibat insiden tersebut.

Kecelakaan terjadi di dekat Kota Adamuz, Provinsi Córdoba, ketika sebuah kereta cepat yang melaju dari Malaga menuju Madrid anjlok dan masuk ke jalur rel lain.

- Advertisement -

Operator infrastruktur perkeretaapian Spanyol, Adif, menjelaskan kereta yang keluar jalur itu kemudian bertabrakan dengan kereta dari arah berlawanan yang sedang dalam perjalanan dari Madrid menuju Huelva.

Menurut Adif, insiden terjadi sekitar 10 menit setelah kereta berangkat dari Stasiun Malaga pada pukul 18.40 waktu setempat.

Juru bicara perusahaan kereta Italia Ferrovie dello Stato, seperti dikutip Reuters, menyebut kereta yang terlibat merupakan tipe Frecciarossa 1000, yang dirancang untuk kecepatan hingga 400 kilometer per jam.

Perusahaan kereta swasta Iryo, operator kereta yang pertama kali anjlok, mengatakan sekitar 300 penumpang berada di dalam rangkaian tersebut.

Sementara itu, kereta kedua yang dioperasikan oleh Renfe dilaporkan mengangkut sekitar 100 penumpang.

Wali Kota Adamuz, Rafael Moreno, yang termasuk pejabat pertama tiba di lokasi kejadian, menggambarkan situasi di lapangan sebagai sebuah mimpi buruk.

Badan Darurat Andalusia melalui media sosial X juga meminta para penyintas untuk menginformasikan kondisi mereka guna membantu proses pendataan korban.

Petugas penyelamat menghadapi kesulitan besar akibat kondisi gerbong yang ringsek dan terpelintir.

Kepala Pemadam Kebakaran Córdoba, Francisco Carmona, mengatakan proses evakuasi berlangsung sangat rumit.

“Kami bahkan harus memindahkan jenazah untuk bisa menjangkau seseorang yang masih hidup. Ini pekerjaan yang berat dan rumit,” kata Kepala pemadam kebakaran Cordoba, Francisco Carmona, kepada penyiar publik Spanyol RTVE,dikutip BBC.

Puente menilai insiden ini tidak lazim karena terjadi di lintasan lurus yang baru selesai direnovasi pada Mei 2025.

Meski demikian, penyebab pasti kecelakaan masih belum diketahui.

Pemerintah memperkirakan penyelidikan akan berlangsung setidaknya selama satu bulan.

Perdana Menteri Spanyol Pedro Sánchez menyatakan negara itu menghadapi malam penuh duka akibat tragedi tersebut.

Seluruh layanan kereta antara Madrid dan wilayah Andalusia dihentikan sementara dan dipastikan tidak beroperasi hingga Senin.

Operator menyatakan terminal tetap dibuka semalaman untuk melayani penumpang yang terdampak.

Palang Merah Spanyol telah mengerahkan tim tanggap darurat ke lokasi kejadian serta memberikan pendampingan psikologis bagi keluarga korban.

Raja Spanyol Felipe VI dan Ratu Letizia turut menyampaikan belasungkawa dan menyatakan keprihatinan mendalam atas bencana tersebut.

“Kami menyampaikan belasungkawa terdalam kepada keluarga dan orang-orang terkasih dari para korban yang meninggal, serta cinta dan harapan kami
Pada 2013, Spanyol pernah mengalami kecelakaan kereta cepat terburuknya di Galicia, barat laut Spanyol, yang menewaskan 80 orang dan melukai 140 lainnya.

Spanyol sebelumnya pernah mengalami kecelakaan kereta cepat paling mematikan pada 2013 di Galicia, Spanyol barat laut, yang menewaskan 80 orang dan melukai sedikitnya 140 lainnya.

- Advertisement -

BACA LAINNYA

Pemerintah Kaji Sasaran MBG, Menkeu: BGN Tentukan Mekanisme Penerima

JCCNetwork.id- Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menyatakan pemerintah berpotensi menghemat anggaran apabila wacana mengecualikan anak dari keluarga mampu sebagai penerima Program Makan Bergizi Gratis...

BERITA TERBARU

EKONOMI

TERPOPULER