JCCNetwork.id-Bencana alam yang melanda sejumlah wilayah di Provinsi Aceh pada akhir November 2025 mengakibatkan kerusakan serius pada permukiman pesisir dan mengganggu aktivitas sosial serta pendidikan keagamaan.
Hingga akhir Desember 2025, proses pemulihan masih berlangsung dan sebagian warga terdampak belum dapat kembali ke tempat tinggal mereka.
Di kawasan pesisir Pelabuhan Krueng Geukueh, Kota Lhokseumawe, kerusakan terjadi akibat amblasnya tanah dan meluapnya aliran sungai.
Kondisi tersebut menyebabkan sejumlah rumah warga mengalami kerusakan berat dan tidak layak huni.
Puluhan warga terdampak, termasuk anak-anak, balita, dan ibu hamil, saat ini menempati Posko Pengungsian yang berada di halaman eks-Kantor Bea Cukai Lhokseumawe.
Pada Selasa (24/12), bantuan kemanusiaan disalurkan kepada para pengungsi untuk memenuhi kebutuhan dasar selama masa pengungsian.
Penyaluran bantuan dilakukan langsung di lokasi pengungsian dengan fokus pada kebutuhan mendesak warga.
Para relawan turut mendampingi pengungsi sebagai bagian dari upaya penanganan pascabencana sambil menunggu perbaikan lingkungan dan permukiman yang rusak.
Selain di Lhokseumawe, bantuan juga disalurkan ke Kecamatan Lapang, Kabupaten Aceh Utara.
Pada Jumat (26/12), bantuan diberikan kepada Dayah Darul Muttaqin, salah satu lembaga pendidikan keagamaan yang terdampak bencana.
Bantuan tersebut diterima langsung oleh pimpinan dayah, Tgk. Muzakir atau Waled Lapang.
Dayah Darul Muttaqin tetap menjalankan kegiatan pendidikan meski sarana dan prasarana mengalami keterbatasan akibat bencana.
Bantuan yang diterima diharapkan dapat mendukung keberlangsungan aktivitas belajar santri selama masa pemulihan.
Koordinator Tim Relawan Bea Cukai Lhokseumawe, Vicky Fadian, mengatakan kegiatan kemanusiaan tersebut merupakan bentuk pendampingan terhadap masyarakat dan lembaga terdampak bencana.
“Dayah memiliki peran penting dalam pembinaan keagamaan dan sosial masyarakat. Melalui kegiatan ini, kami berharap dapat membantu meringankan kebutuhan dayah dan santri, sekaligus memperkuat sinergi antara Bea Cukai dan masyarakat,” ujarnya.
Pihak Dayah Darul Muttaqin menyampaikan apresiasi atas bantuan yang diberikan.
Upaya kemanusiaan tersebut diharapkan dapat membantu mempercepat pemulihan sosial dan pendidikan di wilayah Aceh Utara yang terdampak bencana.



