JCCNetwork. id-Aparat kepolisian bersama tim medis masih fokus menangani dampak kebakaran yang melanda Panti Werda Damai di Kelurahan Ranomuut, Kecamatan Paal Dua, Manado, Sulawesi Utara.
Sebanyak 16 korban meninggal dunia kini tengah menjalani proses identifikasi di Rumah Sakit Bhayangkara Polda Sulut.
Kepala Bidang Humas Polda Sulut Kombes Pol Alamsyah P.
Hasibuan mengatakan, identifikasi dilakukan secara menyeluruh guna memastikan data dan identitas para korban sebelum diserahkan kepada pihak keluarga. Proses tersebut melibatkan tim Disaster Victim Identification (DVI) dan tenaga medis terkait.
“Kami masih melakukan pendalaman identitas seluruh korban. Koordinasi dengan keluarga juga terus dilakukan agar proses pemulangan jenazah dapat berjalan dengan baik,” ujar Alamsyah di Manado, Senin (19/12).
Polda Sulut membuka Posko DVI Ante Mortem di RS Bhayangkara Manado dan mengimbau keluarga yang merasa kehilangan anggota keluarganya untuk segera melapor ke posko tersebut guna mempercepat proses identifikasi.
Kebakaran Panti Werda Damai terjadi pada Minggu (28/12) sekitar pukul 20.36 Wita. Api berhasil dikendalikan sekitar satu jam kemudian setelah tiga unit mobil pemadam kebakaran milik Pemerintah Kota Manado dikerahkan ke lokasi.
Mendapat laporan kejadian, aparat kepolisian bergerak cepat mengamankan lokasi kebakaran. Personel Polsek Tikala dibantu Satuan Samapta Polresta Manado langsung melakukan pengamanan tempat kejadian perkara (TKP) untuk memastikan situasi tetap kondusif.
Selain pengamanan, polisi bersama warga dan instansi terkait turut membantu proses evakuasi. Korban selamat dilarikan ke RSUD Kota Manado dan RS Permata Bunda, sementara korban meninggal dunia dievakuasi ke RS Bhayangkara untuk keperluan identifikasi.
Untuk mengungkap penyebab kebakaran, Bidang Laboratorium Forensik (Bidlabfor) Polda Sulut melakukan olah TKP serta mengumpulkan keterangan dari sejumlah saksi di sekitar lokasi. Polisi masih mendalami kronologi kejadian dan dugaan awal pemicu kebakaran tersebut.



