Komisi V Desak Penjelasan Menteri PU atas Proyek Bendungan yang Melenceng dari Target

BACA JUGA

OLAHRAGA

TECHNOLOGY

HIBURAN

JCCNetwork.id- Ketua Komisi V DPR RI fraksi PDIP Lasarus menyoroti progres pembangunan Bendungan Tiga Dihaji di Kabupaten Ogan Komering Ulu (OKU) Selatan, Provinsi Sumatra Selatan. Pasalnya, konstruksi bendungan tersebut diketahui mengalami keterlambatan dari target yang ditetapkan.

Membacakan temuan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) Republik Indonesia, Lasarus mengatakan, konstruksi Bendungan Tiga Dihaji molor menjadi 9 tahun. Semula, proyek yang dibangun sejak 2018 itu dibidik rampung pada 2023.

- Advertisement -

“Dalam laporan BPK RI, disebutkan penyelesaian pembangunan Bendungan Tiga Dihaji menjadi lebih lama dari yang direncanakan semula 6 tahun, yakni 2018 sampai dengan 2023, menjadi 9 tahun, jadi dari 2018 sampai dengan 2026,” ujar Lasarus dalam Rapat Kerja Komisi V DPR RI bersama Kementerian PU di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu, 26 November.

Untuk itu, Lasarus meminta penjelasan dari Menteri PU Dody Hanggodo mengenai hal tersebut. Legislator PDIP itu juga meminta Menteri Dody dapat memberikan penjelasan mengenai temuan BPK yang menyebut pemanfaatan bendungan sebagai sumber energi listrik belum optimal.

Selain itu, BPK juga menemukan indikasi kelemahan dalam perencanaan dan kajian teknis serta aspek monitoring dan evaluasi pembangunan bendungan yang belum maksimal.

- Advertisement -

“Dari poin-poin temuan dan rekomendasi BPK tersebut mengarah kepada diperlukannya pembuatan blueprint baru dari pemerintah atau reviu dari master plan yang sudah ada terkait pemanfaatan bendungan sebagai sumber listrik,” ucap dia.

Lebih lanjut, Komisi V meminta Kementerian PU untuk melakukan evaluasi secara internal dan memperbaiki tata kelola kementerian.

“Kementerian PU agar juga memperbaiki tata kelola terhadap manajemen, keuangan dan aset, termasuk audit, reviu, evaluasi serta pemantauan lebih ketat dan detil untuk menciptakan birokrasi transparan, akuntabel dan efektif,” tegasnya.

Sebelumnya, Kementerian PU menargetkan 15 bendungan yang sedang dalam tahap konstruksi beserta jaringan irigasinya dapat diselesaikan sebelum 2029. Keberadaan jalur irigasi itu diharapkan dapat mendongkrak produktivitas dan kesejahteraan petani.

Menteri Dody menekankan pentingnya integrasi pembangunan bendungan dan irigasi.

- Advertisement -

BACA LAINNYA

Terbukti Terima Suap Rp500 Miliar, Mantan Menteri Olahraga China Divonis Mati

JCCNetwork.id-Pengadilan Menengah Rakyat Yancheng, Provinsi Jiangsu, China, menjatuhkan hukuman mati dengan masa penangguhan dua tahun kepada mantan Kepala Administrasi Umum Olahraga China, Gou Zhongwen,...

BERITA TERBARU

EKONOMI

TERPOPULER