JCCNetwork.id- Program Sekolah Rakyat yang digagas pemerintah pusat mencatat capaian di luar perkiraan. Hingga akhir Oktober 2025, jumlah Sekolah Rakyat yang telah berdiri mencapai 164 unit, jauh melampaui target awal sebanyak 50 unit.
Deputi Bidang Koordinasi Pemberdayaan Masyarakat Desa, Daerah Tertinggal, dan Daerah Tertentu Kementerian Koordinator Pembangunan Manusia (Kemenko PM), Abdul Haris, menyebut lonjakan tersebut mencerminkan tingginya antusiasme masyarakat terhadap program pendidikan alternatif tersebut.
“Antusias terhadap perkembangan program Sekolah Rakyat terus menunjukkan kemajuan pesat,” kata Deputi Bidang Koordinasi Pemberdayaan Masyarakat Desa, Daerah Tertinggal, dan Daerah Tertentu Kemenko PM Abdul Haris.
Dalam kunjungan itu, Haris berdialog langsung dengan para guru dan siswa untuk meninjau pelaksanaan kegiatan belajar mengajar. Ia mengatakan, dari total 164 unit Sekolah Rakyat yang tersebar di berbagai daerah, seluruhnya telah beroperasi dengan baik, terutama di wilayah Tanjungpinang yang menjadi salah satu model pelaksanaan terbaik.
Saat ini, program Sekolah Rakyat telah memasuki paket ketiga pembelajaran, dengan jumlah peserta didik awal mencapai 100 siswa. Meski berjalan sukses, Haris mengakui bahwa implementasi program yang digagas Presiden Prabowo Subianto tersebut tidak lepas dari sejumlah tantangan di lapangan.
Salah satunya adalah perbedaan latar belakang sosial dan pendidikan para siswa. Menurut Haris, banyak siswa yang datang dari keluarga dengan kondisi ekonomi beragam sehingga memerlukan waktu untuk beradaptasi dengan sistem belajar baru.
“Anak-anak ini berasal dari berbagai latar belakang keluarga. Mereka perlu waktu untuk beradaptasi dengan lingkungan belajar yang baru, maka itu ada beberapa siswa yang akhirnya memutuskan untuk mundur,” jelasnya.
Selain itu, tingkat kemampuan belajar yang berbeda-beda juga menjadi kendala tersendiri. Dalam satu kelas, misalnya, terdapat siswa dengan jenjang setara kelas satu, dua, hingga tiga sekolah dasar. Kondisi ini menuntut guru memiliki kapasitas lebih, baik dalam aspek pedagogi maupun manajemen kelas.
“Ini menuntut guru memiliki kemampuan luar biasa, baik dari segi keilmuan maupun manajerial,” ucapnya.
Pemerintah, lanjut Haris, telah meminta setiap pengelola Sekolah Rakyat untuk terus berupaya memenuhi target jumlah siswa hingga mencapai 100 peserta per sekolah. Ia menegaskan bahwa program ini merupakan bagian dari komitmen pemerintah untuk memperluas akses pendidikan bagi masyarakat yang selama ini belum terjangkau sistem formal.
Program Sekolah Rakyat menjadi salah satu inovasi strategis pemerintah dalam mendorong pemerataan pendidikan dan peningkatan kualitas sumber daya manusia, terutama di wilayah terpencil dan daerah tertinggal.



