JCCNetwork.id- Pemerintah Kota Jakarta Utara melalui Suku Dinas Pertamanan dan Hutan (Sudin Tamhut) menyiagakan Satuan Tugas (Satgas) Khusus Penanganan Pohon Tumbang selama 24 jam penuh. Langkah ini diambil sebagai antisipasi menghadapi cuaca ekstrem yang berpotensi menyebabkan pohon tumbang dan membahayakan keselamatan warga.
Kepala Sudin Pertamanan dan Hutan Kota Jakarta Utara, Christian Tamora Hutagalung, mengatakan pihaknya menyiagakan 75 hingga 80 personel setiap hari. Petugas tersebut dibagi dalam beberapa shift untuk memastikan kesiapsiagaan di seluruh wilayah Jakarta Utara.
“Langkah ini dilakukan untuk meminimalkan potensi bahaya yang dapat ditimbulkan akibat pohon tumbang, terutama di tengah angin kencang yang dipicu perubahan cuaca,” kata Kepala Suku Dinas Pertamanan dan Hutan Kota Jakarta Utara Christian Tamora Hutagalung dikutip dari Antara, Sabtu, 1 November 2025
Untuk mendukung operasional, para petugas dilengkapi peralatan lengkap, termasuk 79 golok, 24 chainsaw, serta 11 unit kendaraan patroli yang digunakan untuk mobilitas di lapangan. Peralatan ini disiapkan agar penanganan pohon tumbang dapat dilakukan secara cepat dan efisien.
“Para satgas juga dibekali dengan kelengkapan peralatan, termasuk kendaraan patroli sebanyak 11 unit, dan alat pemotong pohon, seperti 79 golok dan 24 chainsaw atau mesin pemotong, dan lainnya,” ungkap Christian.
Selain bersiaga di posko, Satgas juga melakukan patroli rutin dan pemantauan di titik-titik rawan. Laporan masyarakat mengenai potensi pohon tumbang akan ditindaklanjuti melalui aplikasi JAKI dan sistem Citizen Relationship Management (CRM).
“Apabila ada laporan pohon tumbang yang menghalangi ruas jalan, petugas akan langsung bergerak cepat menuju lokasi untuk memotong batang pohon dan membersihkan sisa-sisanya ke tepi jalan agar tidak menghambat arus lalu lintas,” sebut Christian.
Sudin Tamhut juga membuka jalur pelaporan daring bagi warga yang terdampak akibat insiden pohon tumbang. Masyarakat dapat melapor melalui website resmi Pemprov DKI Jakarta untuk mendapatkan tindak lanjut, termasuk kemungkinan pemberian santunan bagi warga yang mengalami kerugian.
Christian mengimbau warga untuk waspada terhadap kondisi pohon rindang di sekitar lingkungan tempat tinggal maupun saat berkendara.
“Kami mengingatkan warga untuk waspada dan berhati-hati saat di jalan, jangan berteduh dan memarkir kendaraan di bawah pohon rindang saat hujan deras dan angin kencang karena berpotensi terjadinya pohon tumbang,” ujar Christian.
Langkah kesiapsiagaan ini menjadi bagian dari strategi Pemkot Jakarta Utara dalam menghadapi perubahan cuaca ekstrem yang kerap terjadi di penghujung tahun. Dengan pengawasan dan respon cepat Satgas, diharapkan potensi risiko terhadap keselamatan warga dan gangguan aktivitas publik dapat ditekan semaksimal mungkin.
























