JCCNetwork.id- Dua kecamatan di Kabupaten Bima, Nusa Tenggara Barat (NTB), dilaporkan mengalami kekeringan parah yang berdampak pada ribuan warga. Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menyebut kekeringan ini menyebabkan masyarakat di wilayah terdampak kesulitan memperoleh air bersih untuk kebutuhan sehari-hari.
Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari, mengungkapkan bahwa sebanyak 245 kepala keluarga atau sekitar 1.372 jiwa di Kecamatan Soromandi dan Palibelo kini menghadapi krisis air bersih akibat minimnya curah hujan dalam beberapa pekan terakhir.
“Sebanyak 245 kepala keluarga atau 1.372 jiwa di Kecamatan Soromandi dan Palibelo mengalami kesulitan mendapatkan air bersih akibat kekeringan,” ungkap Kepala Pusat Data Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Abdul Muhari, Jumat, 17 Oktober 2015.
Menanggapi situasi tersebut, BPBD Kabupaten Bima segera melakukan koordinasi dengan pemerintah daerah untuk menyalurkan bantuan air bersih kepada warga terdampak. Sebanyak 15.000 liter air bersih telah didistribusikan secara bertahap ke dua kecamatan tersebut menggunakan mobil tangki.
Selain bantuan air bersih, BPBD juga terus melakukan pemantauan lapangan dan pendataan terhadap wilayah yang berpotensi mengalami kekeringan serupa. Pemerintah daerah pun diimbau menyiapkan langkah mitigasi agar krisis air tidak semakin meluas.
Abdul menekankan pentingnya penggunaan air secara efisien di tengah kondisi kemarau panjang. Ia juga mendorong masyarakat untuk mulai menampung air hujan dan memperbanyak area resapan air guna mengantisipasi kekeringan di masa mendatang.
“Untuk wilayah rawan kekeringan, gunakan air secara bijak, tampung air hujan sebagai cadangan, serta perbanyak area resapan air yang dapat dimanfaatkan saat musim kering,” pesan Abdul.














