JCCNetwork.id- Ratusan pedagang di Jembatan Penyeberangan Multiguna (JPM) Tanah Abang, Jakarta Pusat, melayangkan protes keras terhadap kenaikan tarif sewa kios yang dinilai memberatkan. Aksi keberatan itu ditunjukkan dengan berkumpul di depan Kantor Pengelola JPM di Jalan Jatibaru Raya, Senin (6/10), sekaligus menyerukan penolakan pembayaran sewa bulan Oktober.
Ketua Asosiasi Pedagang JPM Tanah Abang, Jimmy Rory, menjelaskan tarif sewa kios yang sebelumnya sekitar Rp560 ribu per bulan kini melonjak menjadi Rp1,3 juta. Kenaikan dua kali lipat ini dianggap tidak sebanding dengan kondisi pedagang kecil yang mengandalkan pemasukan harian dari sektor Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM).
“Karena kami ini pedagang UMKM, artinya pedagang kecil, harusnya sama dengan dulu, Rp560.000. Tidak boleh lebih dari pedagang Blok A, B, F. Jadi seperti itu,” katanya.
Sebagai bentuk penolakan, asosiasi pedagang menginstruksikan seluruh penyewa kios untuk tidak melakukan pembayaran sewa bulan Oktober. Langkah ini dinilai sebagai protes terhadap kebijakan pengelola yang dinilai tidak adil.
“Seperti yang saya sampaikan tadi, untuk bulan Oktober saya instruksikan kepada seluruh pedagang untuk tidak membayar sewa sebagai bentuk protes kita, keberatan terhadap kebijakan dan aturan yang mereka buat,” tegasnya.



