JCCNetwork.id- Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa melontarkan kritik pedas kepada PT Pertamina (Persero) akibat gagalnya BUMN ini merealisasikan pembangunan kilang minyak baru setelah berjanji tujuh tahun lalu. Kegagalan ini disebutnya membuat Indonesia terus bergantung pada impor dan menanggung kerugian negara yang sangat besar.
“Kita pernah bangun kilang baru nggak? Nggak pernah. Sejak kecil sampai sekarang nggak pernah bangun kilang baru,” ujar Purbaya Yudhi Sadewa saat Rapat Kerja bersama Komisi XI DPR RI di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa (30/9/2025).
Purbaya mengungkit janji Pertamina pada 2018 yang berkomitmen membangun tujuh kilang baru dalam waktu lima tahun. Nyatanya, hingga tujuh tahun berlalu, tidak satu pun proyek tersebut yang terealisasi
“Jadi saya kontrol, dari bapak-bapak juga kontrol, karena kita rugi besar. Karena kita impor dari mana? Dari Singapura,” tegasnya.
Ketidakseriusan Pertamina dalam membangun kilang baru ini sangat merugikan keuangan negara. Negara harus mengeluarkan anggaran lebih besar untuk subsidi BBM, yang salah satunya bersumber dari impor.
“Kalau nggak, kita potong uangnya juga, Pak. Saya kan pengawas, saya ganti aja dirutnya. Artinya timbal balik. Jadi ini saya pikir masukan yang bagus sekali dari DPR,” kata dia.
Purbaya menyebut Indonesia rugi besar karena terus mengimpor minyak dari Singapura. Nilai impor BBM jenis solar atau diesel bisa mencapai puluhan miliar dolar AS per tahun, yang membuat subsidi pemerintah meningkat dari tahun ke tahun.
Purbaya mengajak Komisi XI DPR RI untuk bekerja sama mengawasi dan mengontrol kinerja Pertamina, khususnya dalam pembangunan kilang minyak.



