JCCNetwork.id- Kepolisian Republik Indonesia turun tangan menyelidiki kasus dugaan keracunan massal yang dialami ratusan warga usai mengonsumsi makanan dari program Makan Bergizi Gratis (MBG) di sejumlah daerah. Penanganan kasus ini kini menjadi sorotan karena jumlah korban yang terus bertambah.
Direktorat Tindak Pidana Ekonomi Khusus (Dirtipideksus) Bareskrim Polri memastikan penyelidikan tengah berjalan. Brigadir Jenderal (Brigjen) Helfi Assegaf, selaku Dirtipideksus sekaligus Kepala Satgas Pangan Polri, menegaskan pihaknya melakukan asistensi terhadap Polda di setiap wilayah yang menangani kasus.
“Kami melakukan asistensi proses penanganannya, supaya kami bisa dapatkan fakta untuk keamanan pangan,” kata Dirtipideksus Bareskrim Polri, Brigjen Helfi Assegaf di Jakarta, Jumat (26/9).
Menurutnya, penyelidikan akan menelusuri seluruh rantai distribusi makanan, mulai dari hulu hingga hilir, guna memastikan apakah ada kelalaian dalam penyediaan maupun distribusi makanan MBG.
“Nanti dari hasil pengecekan dan asistensi tentu muaranya memberikan rekomendasi kepada pemerintah, terutama kepada penyelenggara MBG,” ujarnya yang juga menjabat Kepala Satgas Pangan Polri.
Helfi belum memastikan ada atau tidaknya unsur pidana dalam kasus ini. Namun, kepolisian membuka peluang penegakan hukum apabila ditemukan indikasi pelanggaran serius.
Kasus terbesar tercatat di Jawa Barat. Data Polda Jabar mengungkapkan, insiden pertama terjadi di Kecamatan Cipongkor pada Senin (22/9), dengan 475 orang menjadi korban keracunan. Dua hari kemudian, Rabu (24/9), kejadian serupa kembali terjadi di wilayah yang sama dan menimpa sekitar 500 orang. Pada hari yang sama, kasus lain juga muncul di Kecamatan Cihampelas dengan 60 korban, dan jumlahnya terus bertambah.
Polda Jawa Barat segera melakukan evakuasi massal, termasuk mengerahkan tenaga medis untuk membawa para murid ke rumah sakit terdekat. Hingga kini, aparat kepolisian bersama tim kesehatan masih melakukan pendataan serta memastikan penanganan korban berjalan optimal.
Program MBG yang digagas pemerintah pusat sejatinya bertujuan memenuhi gizi masyarakat, khususnya pelajar, namun kini justru menuai perhatian luas akibat insiden keracunan beruntun. Polisi menegaskan investigasi akan dilakukan secara menyeluruh agar peristiwa serupa tidak terulang.



