Mahasiswa dan Diaspora NTT Tolak 619 Vila di Pulau Padar

BACA JUGA

OLAHRAGA

TECHNOLOGY

HIBURAN

JCCNetwork.id- Aliansi Komodo Memanggil (AKM) menggelar aksi demonstrasi di depan Istana Negara dan Kantor Kementerian Kehutanan serta Kementerian Lingkungan Hidup (KLH) pada Selasa (16/9).

Massa aksi yang merupakan gabungan dari serikat mahasiswa dan pemuda NTT Diaspora dan masyarakat peduli Komodo itu menolak pembangunan ratusan vila mewah di Pulau Padar, Taman Nasional Komodo (TNK), yang dinilai mengancam kelestarian kawasan konservasi sekaligus statusnya sebagai Situs Warisan Dunia UNESCO.

- Advertisement -

Koordinator AKM, Astra Tandang, menegaskan bahwa proyek yang dijalankan PT Komodo Wildlife Ecotourism (KWE) dengan konsesi 55 tahun tersebut merupakan bentuk privatisasi kawasan konservasi yang mengancam keberadaan satwa Komodo.

“Pulau Padar bukan untuk dijual kepada investor. Undang-undang sudah jelas melarang, pemerintah harus menghentikan proyek ini sekarang juga,” ujar Astra dalam orasi.

AKM menolak keras rencana pembangunan 619 unit bangunan termasuk vila, restoran, spa center, kapel pernikahan, hingga fasilitas pariwisata eksklusif lainnya. Menurut mereka, proyek ini bukan hanya mengancam ekosistem Komodo, tetapi juga merampas ruang hidup masyarakat lokal.

- Advertisement -

Empat Alasan Penolakan

Aliansi menyampaikan sedikitnya empat alasan utama menolak proyek tersebut: Pertama, Pulau Padar merupakan bagian dari TNK yang ditetapkan melalui Keputusan Menteri Kehutanan No. 172/Kpts.-II/2000. Sebagai warisan dunia UNESCO, kawasan ini memiliki nilai universal luar biasa yang wajib dijaga. Pembangunan berskala besar berisiko merusak ekosistem dan lanskap alami.

Kedua, PT KWE menguasai 274,13 hektar atau 19,5 persen dari kawasan Taman Nasional Komodo. Dari luasan itu, 15,75 hektar dialokasikan untuk bangunan vila, sementara masyarakat hanya memiliki 26 hektar untuk permukiman yang berjumlah lebih dari 2.000 jiwa.

Ketiga, proses izin proyek dinilai sarat kepentingan elite. PT KWE dikaitkan dengan jejaring bisnis besar, termasuk pengusaha Tomy Winata, sementara nama politisi Setya Novanto juga pernah disebut. Skema izin lewat Izin Usaha Penyediaan Sarana Wisata Alam (IUPSWA) diproses tanpa konsultasi publik.

Keempat, proyek ini dianggap memperkuat monopoli korporasi atas pariwisata di TNK, yang berpotensi menyingkirkan model pariwisata berbasis komunitas.

Potensi Dampak

AKM memperingatkan bahwa kelanjutan proyek akan menyebabkan kerusakan habitat Komodo, hilangnya keaslian lanskap Pulau Padar, marginalisasi masyarakat lokal, hingga ancaman kehilangan status Warisan Dunia UNESCO.

Dalam aksinya, AKM menyampaikan lima tuntutan kepada pemerintah antara lain: pencabutan izin pembangunan vila di Pulau Padar; evaluasi ulang seluruh izin dan zonasi TNK agar sesuai prinsip konservasi; pengakuan hak agraria masyarakat lokal serta pelibatan mereka dalam pengelolaan pariwisata; transparansi penuh dokumen perizinan, termasuk Amdal dan penghentian monopoli bisnis dan pengembangan pariwisata berbasis komunitas.

“Jika proyek ini dibiarkan, maka kita sedang membuka jalan bagi kerusakan ekosistem Komodo dan mempercepat marginalisasi masyarakat lokal,” tutup Astra.

- Advertisement -

BACA LAINNYA

Trump Klaim Hamas Akan Dilucuti Senjata

JCCNetwork.id-Presiden Amerika Serikat Donald Trump menyatakan kesepakatan mengenai pelucutan senjata total Hamas sebagai perkembangan penting dalam upaya penyelesaian konflik di Gaza. Menurut Trump, kesepakatan tersebut...
KONTEN VIDEO
Video thumbnail
🔴[LIVE] Detik-Detik Pidato Kang Dedi Mulyadi Singung Ini di Paripurna DPRD
00:00
Video thumbnail
Jangan Salah Pilih! Perampasan atau Pemulihan Aset, Ahli Beberkan Untung-Ruginya di DPR
09:28
Video thumbnail
Viral Pagar Besi di Sejumlah Mal, Menko Polkam Ingatkan Jangan Salah Paham, Bukan Antisipasi Demo
10:16
Video thumbnail
Soal Mal Dipagari Besi dan Isu Demo Agustus, Begini Reaksi Menko Polkam Ditemani Kapolri & Panglima
10:02
Video thumbnail
Detik-Detik Sudaryono Beberkan Dugaan Jual Beli Titik Dapur MBG
08:25
Video thumbnail
Sudaryono Brberkan, Ternyata Ini Penyebab Pegawai BGN Tak Jadi Dipindah ke Papua
10:56
Video thumbnail
Target 6 Persen! Purbaya Siapkan Jurus Ampuh Dongkrak Ekonomi RI
08:50
Video thumbnail
🔴[LIVE] Terbaru! Situasi Keamanan Terkini, Ada Pesan Penting untuk Masyarakat
20:57
Video thumbnail
Ekonomi RI Melambat! Purbaya Ungkap Penyebabnya, Siapkan Jurus Kejar 6 Persen
08:52
Video thumbnail
Optimisme Purbaya! Ekonomi RI Diprediksi Bangkit dan Tembus Target 6 Persen
08:41
Video thumbnail
Prabowo Ultimatum Bahlil, Masalah Pemadaman Listrik Harus Tuntas & BBM Bersubsidi Tetap Aman
02:25
Video thumbnail
Hakim Saldi Isra Semprot Maskapai, Ganti Rugi Delay Cuma Rp300 Ribu dan Kue, Tak Masuk Akal
08:53
Video thumbnail
Mendes Yandri Geram! Lapor Polisi Gegara Dihantam Hoaks Isu Tutup Warung Kecil
08:08
Video thumbnail
Bukan Berakhir, WFH ASN Justru Diperpanjang! Ini Alasan Pemerintah
09:02
Video thumbnail
DPR cecar Ahli Sipa yang Berhak Kelola Aset Sitaan Hasil Kejahatan
13:08
Video thumbnail
Ngeri-Ngeri Sedap! Ahli Akui Tak Gampang dan Ada Tantangan RUU Perampasan Aset
10:18
Video thumbnail
Zulhas Blak-blakan soal Pasar Bebas: Tanam Padi Tak Untung, Ya Tanam Sawit
09:19
Video thumbnail
🔴[LIVE] Detik-Detik Hakim Cecar Lion Group, Lion Air, Wings Air, Super Air Jet, dan Batik Air
01:22:11
Video thumbnail
🔴[LIVE] Pakar Hukum Kuliti Lagi RUU Perampasan Aset di Hadapan DPR
01:22:38
Video thumbnail
Cuma Bahlil yang Berani Guyon Saat Dipanggil Presiden Prabowo?
09:01

BERITA TERBARU

EKONOMI

TERPOPULER