JCCNetwork.id- Anggota Komisi B DPRD DKI Jakarta Wa Ode Herlina mendorong Pemerintah Provinsi DKI Jakarta memastikan layanan LRT Jakarta rute Kelapa Gading-Manggarai memiliki tarif yang terjangkau sekaligus terintegrasi dengan berbagai moda transportasi umum di Ibu Kota.
Menurut Wa Ode, keberadaan LRT Jakarta tidak cukup hanya diukur dari selesainya pembangunan dan beroperasinya jalur baru. Manfaat transportasi tersebut akan lebih optimal apabila masyarakat dapat berpindah dari satu moda ke moda lainnya secara mudah, cepat, dan dengan biaya perjalanan yang tetap terjangkau.
“Yang penting sekarang bukan hanya LRT-nya selesai, tetapi bagaimana LRT terhubung dengan Transjakarta, Mikrotrans, KRL, dan moda lainnya,” kata Wa Ode Herlina di Jakarta, Senin.
Ia mengatakan LRT Kelapa Gading-Manggarai kini memiliki jalur sepanjang 12,2 kilometer dengan 11 stasiun. Waktu perjalanan yang berada di kisaran 28 menit dinilai dapat menjadi salah satu pilihan transportasi bagi masyarakat yang selama ini masih mengandalkan kendaraan pribadi.
Namun, potensi tersebut menurutnya harus diperkuat dengan sistem transportasi yang saling terkoneksi. Integrasi antarmoda menjadi penting agar perjalanan masyarakat tidak terputus ketika harus berpindah dari LRT menuju Transjakarta, Mikrotrans, maupun KRL.
Wa Ode secara khusus meminta penguatan jaringan Mikrotrans sebagai angkutan pengumpan atau feeder menuju stasiun-stasiun LRT. Dengan tersedianya akses penghubung dari kawasan permukiman ke stasiun, masyarakat akan memiliki lebih banyak pilihan untuk meninggalkan kendaraan pribadi sebelum melanjutkan perjalanan menggunakan transportasi umum.
Selain memperkuat feeder, ia juga mendorong pengembangan fasilitas park and ride, terutama di kawasan Manggarai. Fasilitas tersebut dinilai dapat memberikan pilihan bagi masyarakat yang masih menggunakan kendaraan pribadi dari tempat tinggalnya sebelum berganti menggunakan transportasi publik.
“Kalau tarifnya dibuat terjangkau atau flat dan terintegrasi dengan perjalanan transportasi umum, ini bisa menjadi salah satu insentif agar masyarakat meninggalkan kendaraan pribadi,” katanya.
Menurut dia, kebijakan tarif juga perlu dirancang dengan mempertimbangkan kemampuan masyarakat. Di sisi lain, pemerintah harus tetap memperhitungkan kebutuhan subsidi pelayanan publik atau Public Service Obligation (PSO) agar tarif yang dikenakan kepada penumpang tidak mengganggu keberlangsungan operasional layanan.
Karena itu, pembahasan mengenai tarif LRT tidak hanya berkaitan dengan besaran harga tiket perjalanan. Pemerintah perlu melihat struktur tarif secara keseluruhan, termasuk kemungkinan integrasi biaya perjalanan ketika penumpang menggunakan lebih dari satu moda transportasi dalam satu rangkaian perjalanan.
Wa Ode menilai sistem transportasi publik yang terintegrasi akan memberikan kemudahan bagi masyarakat sekaligus memperkuat upaya pemerintah mengurangi ketergantungan terhadap kendaraan pribadi.
“Yang paling penting sekarang adalah integrasi. LRT, Transjakarta, Mikrotrans, KRL, dan moda lainnya harus terasa sebagai satu sistem bagi masyarakat, bukan berjalan sendiri-sendiri,” pungkasnya.
Selain persoalan tarif dan konektivitas, Wa Ode juga mendorong adanya kajian mengenai alternatif pembiayaan pembangunan infrastruktur transportasi. Salah satu opsi yang disebutnya adalah mengkaji kemungkinan keterlibatan Danantara dalam pembiayaan infrastruktur transportasi.
Menurut dia, alternatif pembiayaan perlu dibahas untuk mendukung percepatan pembangunan transportasi publik tanpa memberikan tekanan yang terlalu besar terhadap Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) DKI Jakarta.
LRT Jakarta Kelapa Gading-Manggarai sebelumnya resmi beroperasi setelah diresmikan Presiden RI Prabowo Subianto pada Rabu (16/9). Proyek tersebut memiliki nilai investasi sekitar Rp12,1 triliun dan didanai melalui APBD DKI Jakarta serta dikerjakan oleh PT Jakarta Propertindo (Jakpro).
Pada tahap awal pengoperasian, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta memberikan tarif khusus sebesar Rp8 selama delapan hari pertama. Setelah masa tarif khusus tersebut berakhir, tarif sementara diberlakukan sebesar Rp5.000 dengan skema tarif flat.
Sementara itu, tarif resmi LRT Jakarta Kelapa Gading-Manggarai dijadwalkan ditetapkan pada Oktober mendatang. Penetapan tarif tersebut akan menjadi salah satu faktor penting dalam menentukan aksesibilitas masyarakat terhadap layanan LRT sekaligus mendukung integrasi transportasi publik di Jakarta.
Dengan beroperasinya jalur hingga Manggarai, LRT Jakarta kini memiliki koneksi yang lebih luas terhadap jaringan transportasi publik Ibu Kota. Integrasi dengan moda lain diharapkan dapat membuat perjalanan masyarakat lebih efisien dan mendorong peralihan dari kendaraan pribadi ke angkutan umum.
























