Harga LPG 3 Kg Tembus Rp31 Ribu

BACA JUGA

OLAHRAGA

TECHNOLOGY

HIBURAN

JCCNetwork.id- Ratusan warga Dusun Bermi, Desa Jagaraga, Kecamatan Kuripan, Lombok Barat, berbondong-bondong mendatangi Stasiun Pengisian Bulk Elpiji (SPBE) pada Rabu (17/9/2025). Aksi tersebut dipicu oleh kelangkaan gas LPG 3 kilogram yang terjadi lebih dari dua pekan terakhir.

Warga yang mayoritas ibu rumah tangga dan buruh harian mengaku kesulitan memenuhi kebutuhan dapur. Kondisi itu juga berdampak pada perayaan Maulid Nabi Muhammad SAW yang biasanya dirayakan secara meriah di Lombok Barat. Banyak keluarga tidak bisa memasak karena tidak tersedia bahan bakar.

- Advertisement -

“Saya ke sini untuk membeli gas karena sudah 2 mingguan langka. Apalagi rumah kami dekat SPBE. Jadi, kami datang bukan untuk menjarah, tetapi membeli berapa pun harganya, yang penting bisa memasak,” ujar Muaini, salah seorang warga.

Ia mengungkapkan, harga gas LPG 3 kilogram di tingkat pengecer yang biasanya Rp20.000 per tabung kini melonjak menjadi Rp30.000 hingga Rp31.000. Meski demikian, warga tetap membeli karena tidak memiliki alternatif lain.

“Untuk beli beras saja susah, apalagi sekarang harus beli gas lebih mahal. Kalau tidak ada gas, mau masak pakai apa? Kayu bakar pun sudah tidak ada,” keluhnya.

- Advertisement -

Upaya warga mencari gas hingga ke kecamatan tetangga seperti Gerung dan Bengkel juga tidak membuahkan hasil. Kondisi itu memaksa mereka mendatangi SPBE, berharap ada distribusi langsung dari pihak terkait.

Menanggapi keresahan masyarakat, Pertamina Patra Niaga Jatimbalinus memastikan distribusi LPG 3 kilogram tetap berjalan sesuai mekanisme resmi. Area Manager Communication, Relations & CSR Pertamina Patra Niaga Jatimbalinus, Ahad Rahedi, menjelaskan alur distribusi LPG subsidi dimulai dari SPBE ke agen, lalu dilanjutkan ke pangkalan resmi.

“Demand LPG bersubsidi 3 kg masih tinggi sejak Maulid lalu karena banyak masyarakat menggelar acara. Pertamina sudah melakukan mitigasi melalui tambahan pasokan fakultatif. Stok di pangkalan dipastikan aman untuk kebutuhan masyarakat di Lombok Barat dan sekitarnya,” jelas Ahad dalam keterangan tertulis.

Ia menegaskan, sesuai aturan, distribusi melalui pengecer hanya boleh maksimal 10 persen dari alokasi pangkalan. Karena itu, Pertamina meminta warga membeli gas di pangkalan resmi agar mendapatkan harga sesuai ketentuan serta kualitas dan kuantitas yang terjamin.

“Masyarakat kami imbau membeli di pangkalan resmi agar bisa mendapatkan LPG sesuai Harga Eceran Tertinggi (HET) dengan kualitas dan kuantitas yang terjamin,” tegasnya.

- Advertisement -

BACA LAINNYA

Bonus Atlet Jadi Jaminan Masa Depan Lebih Sejahtera

JCCNetwork.id- Pemerintah memperkuat komitmen dalam meningkatkan kesejahteraan atlet nasional melalui pemberian bonus atas capaian di berbagai ajang internasional. Kebijakan ini dinilai menjadi langkah strategis...

BERITA TERBARU

EKONOMI

TERPOPULER