JCCNetwork.id- Kementerian Keuangan (Kemenkeu) memutuskan menunda agenda konferensi pers rutin APBN KiTa yang seharusnya digelar pada Jumat (29/8/2025). Penundaan tersebut dilakukan menyusul situasi Jakarta yang masih diliputi aksi demonstrasi besar-besaran dan kericuhan di sejumlah titik.
Biro Komunikasi dan Layanan Informasi Kemenkeu menyampaikan bahwa konferensi pers akan dijadwalkan ulang pada Rabu (3/9/2025).
“Izin menginfokan perubahan jadwal konferensi pers APBN KiTa dari yang semula dijadwalkan hari ini Jumat, 29 Agustus 2025 pukul 09.30 WIB menjadi Rabu, 3 September 2025. Demikian disampaikan, mohon maaf atas ketidaknyamanan ini,” ucap Biro Komunikasi dan Layanan Informasi Kemenkeu.
Sebelumnya, Jakarta dipenuhi massa aksi dari berbagai elemen buruh, mahasiswa, hingga kelompok masyarakat sipil yang menolak besarnya tunjangan DPR. Unjuk rasa yang terpusat di depan Gedung DPR RI pada Kamis (28/8/2025) berujung ricuh setelah aparat berupaya membubarkan massa.
Kericuhan tersebut menyebabkan korban jiwa. Seorang pengemudi ojek online bernama Affan Kurniawan tewas setelah terlindas kendaraan taktis Brimob di kawasan Pejompongan, Tanah Abang, Jakarta Pusat. Insiden itu memicu gelombang kemarahan baru dari peserta aksi yang kini menuntut pihak kepolisian bertanggung jawab.
Selain korban tewas, sejumlah demonstran dan aparat dilaporkan mengalami luka-luka akibat bentrokan. Hingga Jumat siang, situasi Jakarta masih belum sepenuhnya kondusif. Massa aksi terlihat bertahan di beberapa titik, sementara aparat gabungan TNI-Polri terus melakukan penjagaan ketat.
Dengan penundaan konferensi pers tersebut, agenda penyampaian kondisi terkini Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) oleh Kemenkeu baru akan dilakukan pekan depan. Kemenkeu menegaskan bahwa perubahan jadwal murni mempertimbangkan kondisi keamanan di ibu kota.



