Tarif Trump Disepakati 19%, Prabowo: Masih Saja Ada yang Nyinyir

BACA JUGA

OLAHRAGA

TECHNOLOGY

HIBURAN

JCCNetwork.id- Presiden Prabowo Subianto menegaskan bahwa kebijakan ekonomi yang diambil pemerintah, termasuk kesepakatan tarif dagang dengan Amerika Serikat, merupakan upaya untuk melindungi pekerja di dalam negeri dari ancaman pemutusan hubungan kerja (PHK). Hal itu disampaikan dalam pidatonya pada peringatan Hari Lahir (Harlah) ke-27 Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) di Jakarta International Convention Center (JICC).

Di hadapan ribuan kader PKB dan tokoh politik nasional, Prabowo mengaku selalu membuka ruang kritik dan pengawasan. Namun ia menyayangkan munculnya suara-suara sinis yang disebutnya lebih bersifat nyinyir ketimbang memberikan kritik yang membangun.

- Advertisement -

“Selalu ada yang nyinyir. Kita perlu kritik, kita perlu pengawasan. Tapi kalau nyinyir agak lain. Seakan-akan kita nggak ada yang bener. Kita mau kerja baik pun dibilang salah,” ujar Prabowo.

Prabowo kemudian menyoroti dinamika dalam politik nasional, terutama rivalitas antarpartai yang biasanya menghangat jelang kontestasi namun mereda usai pemilu. Ia menegaskan bahwa baik di dalam maupun di luar koalisi, semua pihak seharusnya fokus pada pengabdian kepada rakyat.

“Kita butuh pengawas, kita butuh koreksi. Tapi koreksi yang datang dari wakil rakyat. Jangan orang angkat dirinya sendiri lalu merasa bisa atur-atur kita. Enak saja. Nggak keringat, nggak berdarah-darah, omon-omon komentar itu,” tegasnya.

- Advertisement -

Lebih lanjut, Prabowo menyinggung kondisi geopolitik global yang tengah bergejolak akibat berbagai konflik bersenjata. Ia menekankan posisi Indonesia sebagai negara non-blok yang tetap menjalin relasi ekonomi dengan berbagai kekuatan dunia, termasuk Amerika Serikat.

“Semua negara sedang menghadapi tekanan dari Amerika Serikat yang keras dalam negosiasi. Tapi itu fakta, dan sebagai presiden, saya harus berurusan demi kepentingan bangsa. Tanggung jawab saya adalah melindungi rakyat Indonesia,” kata Prabowo.

Ia juga menanggapi kritik terhadap Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang dijalankan pemerintah. Prabowo menyebut cibiran terhadap program tersebut sebagai bentuk pemikiran yang sempit dan tidak berpihak pada masa depan bangsa.

“Katanya nggak ada gunanya makan bergizi gratis. Malah dipertentangkan dengan pendidikan gratis. Saudara-saudara, UUD 1945 mewajibkan kita untuk memberi pendidikan gratis. Tapi anak-anak yang lapar tidak boleh dibiarkan lapar. Mereka adalah masa depan kita,” ujarnya dengan nada tegas.

Pernyataan Prabowo tersebut mencerminkan sikapnya dalam menghadapi kritik politik sekaligus menegaskan arah kebijakan pemerintah yang berfokus pada perlindungan rakyat dan kepentingan nasional.

- Advertisement -

BACA LAINNYA

El Nino 2026 Ancam Krisis Multisektor

JCCNetwork.id- Ancaman fenomena iklim ekstrem yang dijuluki El Nino Godzilla 2026 mulai memicu kekhawatiran serius terhadap stabilitas sosial dan ekonomi di Indonesia. Dampaknya diperkirakan...

BERITA TERBARU

EKONOMI

TERPOPULER