13 WNA Ditangkap Terkait Investasi Bodong

BACA JUGA

OLAHRAGA

TECHNOLOGY

HIBURAN

JCCNetwork.id-Kepolisian Thailand menangkap 13 warga negara asing yang diduga terlibat dalam sindikat penipuan investasi daring yang menyasar warga Australia dan negara-negara berbahasa Inggris lainnya.

Penangkapan dilakukan dalam penggerebekan pada Senin (16/6) di sebuah rumah sewaan di Provinsi Samut Prakan, wilayah yang berbatasan langsung dengan Bangkok.

- Advertisement -

Dalam operasi yang melibatkan kerja sama dengan Kepolisian Federal Australia (AFP), polisi menyita berbagai barang bukti seperti telepon genggam, komputer, serta dokumen yang menunjukkan pola kerja penipuan.

Total kerugian ditaksir mencapai 1,9 juta dolar Australia atau sekitar Rp19,5 miliar.

Kepala Biro Investigasi Pusat Kepolisian Thailand, Jirabhob Bhuridej, menyatakan bahwa sindikat ini dipimpin oleh dua orang, masing-masing berkewarganegaraan Australia dan Inggris.

- Advertisement -

Mereka diduga menjalankan operasi yang dirancang menyerupai kantor resmi, dengan penggunaan papan tulis operasional dan zona waktu kota-kota di Australia.

“Kelompok ini berhasil mengumpulkan setidaknya 1,9 juta dolar Australia dari para korban dalam waktu singkat. Uang tersebut berasal dari warga Australia yang bekerja keras dan dijanjikan investasi yang tidak pernah terealisasi,” kata Cressy dalam konferensi pers di Bangkok.

Pihak berwenang mencatat bahwa aktivitas para tersangka mengikuti jam kerja Australia.

Para pelaku masuk ke Thailand menggunakan visa pensiun dan visa pendidikan.

Dalam pernyataan resmi, pejabat senior AFP Kristie-Lee Cressy menyebutkan sedikitnya 14.000 warga Australia menjadi korban.

Ini uang dari warga Australia yang bekerja keras dan dijanjikan investasi yang tidak pernah ada. Penangkapan ini adalah kemenangan besar bagi kedua negara tegasnya.

Menurut otoritas Australia, sindikat ini diyakini telah beroperasi di sejumlah negara termasuk Indonesia, sebelum akhirnya berhasil dilacak dan ditangkap di Thailand.

Tersangka yang ditangkap terdiri atas enam warga Inggris, lima warga Australia, satu warga Kanada, dan satu warga Afrika Selatan.

Mereka membantah tuduhan dan mengklaim bekerja di perusahaan investasi legal.

Saat ini, para tersangka didakwa atas tuduhan pemerasan dan bekerja tanpa izin resmi.

Polisi menyatakan tidak menutup kemungkinan akan ada dakwaan tambahan, termasuk penipuan dan kejahatan transnasional.

Menurut data AFP, kerugian akibat penipuan daring di Australia mencapai 4,45 miliar dolar Australia dalam empat tahun terakhir.

Sementara laporan PBB pada April lalu menyoroti maraknya kejahatan penipuan lintas negara yang beroperasi dari kawasan Asia Timur dan Asia Tenggara.

- Advertisement -

BACA LAINNYA

DPR Soroti Dampak Geopolitik ke UMKM

JCCNetwork.id- Dampak konflik geopolitik global mulai merambat ke sektor riil dalam negeri, termasuk usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). Kenaikan harga bahan baku plastik...

BERITA TERBARU

EKONOMI

TERPOPULER