Komisi V DPR Desak Evaluasi Keselamatan Transportasi

BACA JUGA

OLAHRAGA

TECHNOLOGY

HIBURAN

JCCNetwork.Id – Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) melalui Komisi V akan memanggil Menteri Perhubungan (Menhub) Dudy Purwagandhi terkait kecelakaan beruntun yang terjadi di Gerbang Tol (GT) Ciawi pada Kamis (6/2/2025) pagi. Kecelakaan yang diduga akibat rem blong pada truk bermuatan galon air ini telah menyebabkan delapan orang tewas dan belasan lainnya luka-luka.

Ketua Komisi V DPR, Lasarus, menegaskan bahwa insiden ini harus menjadi perhatian serius bagi pemerintah. Ia menyatakan bahwa langkah pencegahan perlu segera diterapkan guna menghindari kejadian serupa di masa mendatang.

- Advertisement -

“Dari hasil investigasi sementara, diketahui bahwa penyebab kecelakaan adalah rem blong pada truk yang membawa galon air. Ini menjadi perhatian serius bagi Kementerian Perhubungan. Kita akan menunggu hasil penyelidikan kepolisian sebelum melakukan rapat kerja dengan Menhub besok,” ujar Lasarus kepada wartawan di Gedung DPR, Jakarta, pada Rabu (5/2/2025).

Lasarus menekankan pentingnya pemeriksaan berkala terhadap seluruh kendaraan angkutan darat, khususnya yang membawa muatan berat. Ia menyoroti perlunya pengawasan ketat terhadap standar kelaikan jalan serta kompetensi pengemudi.

“Ramp check dari Kementerian Perhubungan harus dilakukan secara berkala. Salah satu penyebab utama kecelakaan ini adalah tidak berfungsinya jembatan timbang. Kita juga belum mengetahui apakah kendaraan tersebut mengalami over dimension overloading,” ungkapnya.

- Advertisement -

Menurutnya, kendaraan yang tidak memenuhi standar kelaikan jalan sangat berisiko dan berpotensi membahayakan pengguna jalan lain. Oleh karena itu, ia meminta Kementerian Perhubungan untuk memperketat pengawasan terhadap uji kelaikan kendaraan guna mencegah manipulasi data yang dapat membahayakan keselamatan.

“Jika kendaraan mengalami over dimension overloading, kenapa masih diizinkan beroperasi? Bisa jadi rem blong terjadi akibat muatan yang melebihi kapasitas,” tambahnya.

Kecelakaan beruntun di Gerbang Tol Ciawi terjadi pada Selasa malam pukul 23.30 WIB. Data terbaru menyebutkan bahwa delapan orang meninggal dunia, sementara 11 orang mengalami luka-luka, dengan dua korban di antaranya mengalami luka berat. Sebagian besar korban telah dilarikan ke Rumah Sakit Umum (RSU) Ciawi untuk mendapatkan perawatan medis.

Sementara itu, sopir truk yang terlibat dalam kecelakaan tersebut masih dalam kondisi kritis dan belum sadarkan diri di RSU Ciawi. Kepolisian menunggu kondisi sopir membaik untuk melakukan pemeriksaan lebih lanjut guna memastikan penyebab pasti kecelakaan.

Hingga kini, pihak kepolisian masih melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) dan mengumpulkan bukti-bukti terkait. Investigasi lebih lanjut akan menentukan apakah kecelakaan ini juga melibatkan faktor kelalaian atau adanya unsur pelanggaran terhadap regulasi kendaraan angkutan barang.

DPR menegaskan bahwa hasil penyelidikan ini akan menjadi dasar dalam pembahasan bersama Kementerian Perhubungan guna mencari solusi konkret dalam mencegah insiden serupa di masa depan.

- Advertisement -

BACA LAINNYA

Nadiem Jalani Sidang Kasus Chromebook

JCCNetwork.id- Sidang lanjutan perkara dugaan korupsi pengadaan laptop Chromebook dalam program digitalisasi pendidikan kembali digelar di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Jakarta, Senin (11/5/2026)....

BERITA TERBARU

EKONOMI

TERPOPULER