Indonesia-UEA Perkuat Kemitraan di Sektor Strategis

BACA JUGA

OLAHRAGA

TECHNOLOGY

HIBURAN

Lisa Umumkan EP Solo Terbaru

Ruben Onsu Terseret Kasus Investasi

Sarwendah Minta Peran Ruben

JCCNetwork.Id – Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati menerima kunjungan Menteri Energi dan Infrastruktur Uni Emirat Arab (UEA), Suhail Mohamed Al Mazrouei, di Jakarta. Pertemuan ini membahas penguatan kerja sama ekonomi antara kedua negara, terutama di sektor pertahanan, digitalisasi pendidikan, pembiayaan berkelanjutan, serta kemitraan di bidang energi dan infrastruktur.

Sri Mulyani menegaskan bahwa kemitraan ini bertujuan untuk mendorong pertumbuhan ekonomi dan menciptakan lapangan kerja di Indonesia. Ia juga menyoroti keselarasan kerja sama ini dengan visi pembangunan Indonesia di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto, yang menitikberatkan pada ketahanan energi, peningkatan kualitas sumber daya manusia, serta penguatan sektor pertahanan dan keamanan.

- Advertisement -

“Hal ini sejalan dengan visi pembangunan Indonesia di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto yang menitikberatkan pada ketahanan energi, penguatan kualitas sumber daya manusia, serta penguatan sektor pertahanan dan keamanan,” ujar Sri Mulyani.

Lebih lanjut, Sri Mulyani berharap hubungan erat antara Indonesia dan UEA dapat semakin diperkuat di masa mendatang, seiring dengan berbagai peluang investasi yang terbuka di sektor-sektor prioritas.

Selain bertemu dengan delegasi UEA, Sri Mulyani juga menerima kunjungan Vice President (East Asia & Pacific) World Bank, Manuela V. Ferro. Pertemuan ini membahas pembaruan Indonesia Country Partnership Framework (CPF), sebuah instrumen penting dalam menyelaraskan visi pembangunan antara Indonesia dan World Bank Group.

- Advertisement -

“Dan yang terpenting, bagaimana negara demokrasi besar seperti Indonesia mampu terus berprogres sesuai asas inklusivitas dan partisipasi untuk mewujudkan berbagai tujuan utama pembangunan,” tutur Sri Mulyani.

Dalam diskusi tersebut, Sri Mulyani menyampaikan sejumlah masukan strategis terkait pembaruan CPF. Ia menekankan pentingnya agar kerangka kerja sama terbaru ini mampu menangkap dinamika geopolitik global, situasi politik domestik, serta aspek sosial dan ekonomi yang berkembang.

“CPF merupakan instrumen yang sangat penting untuk menyelaraskan visi tujuan utama pembangunan antara World Bank Group dengan negara-negara anggotanya,” katanya.

Sri Mulyani juga menyoroti pentingnya inklusivitas dan partisipasi dalam proses pembangunan nasional. Menurutnya, sebagai negara demokrasi besar, Indonesia harus terus bergerak maju dengan prinsip keterbukaan agar dapat mencapai berbagai tujuan utama pembangunan yang telah ditetapkan.

Kedua pertemuan tersebut menunjukkan upaya pemerintah dalam memperkuat kerja sama internasional guna mempercepat pertumbuhan ekonomi dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

- Advertisement -

BACA LAINNYA

Jepang Kerahkan 180 Personel Tangani Karhutla

JCCNetwork.id- Pemerintah Jepang mengerahkan 180 personel militernya untuk membantu Indonesia menghadapi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang terjadi di sejumlah wilayah. Dukungan tersebut menjadi...

BERITA TERBARU

EKONOMI

TERPOPULER