Sakit Hati, Anak Majikan di Bogor Bunuh Sekuriti Rumah Mewah

BACA JUGA

OLAHRAGA

TECHNOLOGY

HIBURAN

JCCNetwork.Id – Kepolisian Resor Kota Bogor berhasil mengungkap motif sementara pembunuhan seorang sekuriti di sebuah rumah mewah di wilayah Bogor Selatan. Pelaku yang merupakan anak majikan korban, berinisial A (26), diduga melakukan pembunuhan karena sakit hati. Motif ini terungkap setelah penyelidikan awal oleh pihak kepolisian.

“Motifnya sakit hati, karena semua pembantunya, sopir, sama sekuriti itu sering laporin pelaku ini ke orang tuanya,” kata Kasat Reskrim Polresta Bogor Kota Kompol Aji Riznaldi, Sabtu (18/1/2024).

- Advertisement -

Menurut polisi, tersangka kerap dimarahi oleh ibunya setelah mendapat laporan dari para pegawai, termasuk dari korban berinisial S. Hal ini memicu kemarahan dan dendam tersangka, yang akhirnya menjurus pada tindakan kriminal.

“Sehingga pelaku suka dimarahin sama orang tuanya karena pulang malam, dia sakit hati,” jelasnya.

Peristiwa tragis ini terjadi pada Jumat, 17 Januari 2025. Korban, seorang sekuriti berinisial S, ditemukan tewas di dalam pos penjaga rumah mewah yang dijaganya di Kecamatan Bogor Selatan, Kota Bogor. Saat ditemukan sekitar pukul 04.30 WIB, tubuh korban sudah bersimbah darah.

- Advertisement -

Polisi yang menerima laporan langsung menuju lokasi untuk melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP). Berdasarkan hasil pemeriksaan, tersangka A ditetapkan sebagai pelaku utama dalam kasus ini. Selain itu, tes urine terhadap tersangka menunjukkan hasil positif menggunakan tembakau sintetis, yang diduga memengaruhi perilakunya.

Saat ini, tersangka dijerat dengan Pasal 338 KUHP tentang pembunuhan dan Pasal 351 Ayat 3 KUHP tentang penganiayaan yang menyebabkan kematian. Namun, polisi masih terus mendalami kasus ini untuk memastikan ada atau tidaknya unsur perencanaan dalam aksi kejahatan tersebut.

“Kita masih ikutin dari laporan dulu ya. Nanti kalau perkembangannya mungkin bisa ke arah situ berencana,” pungkasnya.

Dugaan awal menunjukkan konflik antara tersangka dan korban telah berlangsung lama. Korban yang merupakan salah satu pegawai di rumah tersebut sering melaporkan kelakuan tersangka kepada majikannya, yang juga ibu pelaku. Hal ini memicu rasa dendam hingga berujung pada pembunuhan.

Pihak kepolisian akan terus melakukan penyelidikan lebih lanjut untuk mengungkap semua fakta terkait kasus ini. Masyarakat diminta bersabar menunggu perkembangan penyidikan dari kepolisian.

- Advertisement -

BACA LAINNYA

Kasus Pelecehan Verbal di FHUI Masuk Sorotan

JCCNetwork.id-Dugaan pelecehan seksual secara verbal yang terjadi di lingkungan Fakultas Hukum Universitas Indonesia (FHUI) mencuat ke publik setelah percakapan dalam sebuah grup chat beredar...

BERITA TERBARU

EKONOMI

TERPOPULER