JCCNetwork.Id – Juru Bicara Kantor Komunikasi Kepresidenan (PCO), Dedek Prayudi, menyatakan bahwa Presiden Prabowo Subianto tetap berkomitmen penuh terhadap kelanjutan pembangunan Ibu Kota Nusantara (IKN) di Kalimantan Timur. Hal ini disampaikan Dedek, yang akrab disapa Uki, dalam sebuah acara di Bandung, Jawa Barat, Sabtu (17/1).
“Saya tegaskan komitmen Presiden Prabowo terhadap IKN itu tidak lebih rendah daripada komitmen Presiden Jokowi (Joko Widodo),” kata Dedek di Bandung, Jawa Barat, Sabtu.
Ia mengungkapkan bahwa pemerintah terus memantau perkembangan IKN, termasuk melalui kunjungan langsung ke lokasi pada akhir Desember 2024. Kunjungan tersebut bertujuan untuk memastikan kelanjutan pembangunan infrastruktur di wilayah tersebut.
“Salah satu yang paling dikebut adalah pembangunan Masjid Nusantara, itu akan menjadi salah satu milestone dan tidak ada perlambatan, itu tidak ada. Yang ada hanya pembangunan IKN, yang tadinya 100 persen APBN, lama-lama proporsi APBN memang harus dikurangi,” ujarnya.
Menurut Uki, kalangan investor, baik domestik maupun internasional, telah menunjukkan kepercayaan terhadap keseriusan pemerintah dalam membangun IKN. Meskipun demikian, ia mengakui bahwa proses penanaman modal untuk proyek tersebut tidak terlalu diekspos ke publik.
Uki juga menepis anggapan bahwa proyek strategis nasional (PSN) yang dimulai di era Presiden Joko Widodo telah dihapus di bawah pemerintahan Presiden Prabowo.
Menurutnya, pemerintah saat ini lebih mengutamakan program “Hasil Terbaik Cepat” (PHTC) yang terdiri atas delapan prioritas utama, termasuk pengembangan sumber daya manusia.
“Di eranya Pak Prabowo itu bukan proyek strategis nasional, tapi yang ada adalah PHTC dan itu ada delapan yang fokusnya di SDM. (PSN) tidak dihapus, cuma tidak digembar-gemborkan, kan setiap orang punya signature masing-masing ya,” ucap Uki.
Pernyataan ini sekaligus menegaskan keberlanjutan program pembangunan strategis di era kepemimpinan baru, dengan penekanan pada efisiensi dan manfaat maksimal bagi masyarakat.



