Kejawen: Permata Asli Nusantara

BACA JUGA

OLAHRAGA

TECHNOLOGY

HIBURAN

Catatan Budaya: KP Norman Hadinegoro, SE.MM.

Dalam perjalanan sejarah Nusantara, Kejawen menjadi sebuah warisan budaya yang terus diuji oleh arus perubahan zaman. Benturan dengan teologi dan budaya asing—baik dari Belanda, Arab, Cina, India, Jepang, hingga Amerika Serikat—telah menciptakan dinamika yang tidak selalu menguntungkan bagi keberlanjutan nilai-nilai asli Kejawen. Benturan yang paling keras adalah dengan teologi asing yang tidak hanya mencoba menawarkan sistem kepercayaan baru, tetapi juga berusaha mendiskreditkan Kejawen sebagai sesuatu yang hina dan sesat.

- Advertisement -

Bayangkan, bagaimana ajaran leluhur yang selama berabad-abad menjadi panduan hidup masyarakat Jawa tiba-tiba dianggap rendah, bahkan kafir, oleh ajaran baru yang datang membawa janji surga. Dengan sistematis, budaya lokal dipaksa ditinggalkan, dan pengikut ajaran baru direkrut dengan cara membangun narasi bahwa Kejawen adalah biang dari segala kemunduran. Gerakan ini mendapatkan dukungan penuh dari kekuatan politik asing yang ingin mendominasi Nusantara.

Manipulasi Makna dan Sejarah

Tidak hanya mendiskreditkan, para pendatang baru juga berusaha memanipulasi sejarah dan makna istilah-istilah dalam tradisi Jawa. Kata-kata seperti klenik, mistis, dan tahyul, yang sejatinya memiliki makna religius dan luhur, diputarbalikkan hingga berkonotasi negatif. Klenik yang awalnya berarti pemahaman tentang hukum sebab akibat yang berkaitan dengan kekuatan gaib, kini diasosiasikan dengan dosa dan larangan. Mistis, yang sejatinya adalah ruang untuk memahami Tuhan melalui pendekatan spiritual, kini dianggap sebagai sesuatu yang irasional.

- Advertisement -

Bahkan, tradisi doa dalam bentuk simbol seperti tumpeng dan sesaji, yang menjadi ekspresi keharmonisan manusia Jawa dengan alam dan Sang Pencipta, dipandang sebagai tindakan menyembah setan. Padahal, bagi manusia Kejawen, doa bukan sekadar ucapan, melainkan manifestasi nyata dari hati, pikiran, ucapan, dan tindakan. Dalam tradisi Kejawen, simbol-simbol ini adalah perwujudan rasa syukur dan permohonan kepada Tuhan Yang Maha Esa.

Lebih tragis lagi, naskah-naskah kuno yang menyimpan ajaran budi pekerti luhur, tata krama, dan kaidah moral bangsa Jawa dimusnahkan oleh kekuatan pendatang. Nilai-nilai yang dahulu membawa Nusantara berjaya pada masa Majapahit dihancurkan secara sistematis. Ini adalah bentuk pembunuhan budaya (cultural assassination) yang ironisnya sering melibatkan manusia Jawa itu sendiri, yang sudah “kejawan” tetapi lupa akan jati dirinya.

Kejawen: Ajaran Luhur yang Masih Relevan

Kejawen sejatinya adalah permata Nusantara, warisan yang mengandung nilai-nilai universal seperti keharmonisan, kearifan, dan moralitas tinggi. Dalam Kejawen, manusia diajarkan untuk hidup selaras dengan alam, menghormati sesama makhluk, dan menyembah Tuhan Yang Maha Esa dengan cara yang penuh kesadaran dan keikhlasan.

Sayangnya, setelah runtuhnya Majapahit pada abad ke-15, ajaran Kejawen semakin tergeser oleh narasi ajaran pendatang yang menganggapnya sesat. Kejawen yang pernah menjadi roh dari kejayaan Nusantara kini hanya menjadi serpihan yang dilupakan.

Namun, harapan masih ada. Kejawen bukan hanya masa lalu, tetapi juga pedoman yang relevan untuk masa kini dan masa depan. Upaya melestarikan Kejawen harus dimulai dari penghargaan atas warisan leluhur kita, sekaligus keberanian untuk melawan narasi yang mendiskreditkannya. Kita harus ingat, bahwa di balik setiap tradisi yang terlihat sederhana, tersimpan kearifan yang mampu membawa Nusantara kembali pada kejayaannya.

Sebagai bangsa yang besar, sudah waktunya kita menghormati dan merangkul Kejawen bukan sebagai sesuatu yang kuno, melainkan sebagai permata asli Nusantara yang harus terus bersinar di tengah arus globalisasi. Ingatlah, Kejawen adalah bagian dari identitas kita, dan tanpa identitas, sebuah bangsa akan kehilangan arah.

 

- Advertisement -

BACA LAINNYA

Trump Klaim Selat Hormuz

JCCNetwork.id — Presiden Amerika Serikat Donald Trump menyatakan akan mendeklarasikan Selat Hormuz sebagai wilayah Amerika Serikat setelah perang dengan Iran berakhir. "Setelah kita selesai mengalahkan...
KONTEN VIDEO
Video thumbnail
Bukan di Bank! Airlangga Bongkar Emas Rp4 460 Triliun Milik Warga RI Disimpan di Bawah Bantal
09:13
Video thumbnail
Sekjen KPA Kecewa, Kapolri Absen di Tengah Sorotan 147 Kasus Petani
08:04
Video thumbnail
Tegang, Dolfie Tagih Profil Utang ke Purbaya : Harusnya Besok!
08:25
Video thumbnail
KDM Bongkar Soal Direktur BUMD, Sudah Ada yang Ditahan dan Calon Ditahan
08:42
Video thumbnail
Gempa NTT, Prabowo Minta Mentan Amran Gerak Cepat Selesaikan Masalah Bukan Bawa Masalah
05:06
Video thumbnail
KDM Tak Menampik, Ngaku Jadi Gubernur Jabar yang Paling Banyak Dikritik
08:59
Video thumbnail
DPR Minta Profil Utang, Purbaya Balik Tanya: Maunya Kapan?
08:55
Video thumbnail
Bahlil Bongkar Tantangan Energi Indonesia di Tengah Geopolitik Dunia yang Makin Memanas
09:10
Video thumbnail
KDM Jalani Dua Peran, Gubernur Administratif dan Konten, Belajar dari Messi
09:06
Video thumbnail
Soal PHD Wamenhaj dan Menteri Kaget: Lho Ini Siapa Ini?
11:03
Video thumbnail
Wamenhaj Beberkan Fenomena Nebeng Naik Haji
01:14
Video thumbnail
Wamen Singgung Masalah Nebeng Naik Haji
10:37
Video thumbnail
KDM Sebut BUMD Jabar Komisaris dan Direksi Berjubel, Tapi Sumbangsih ke Jabar Minim Banget
08:48
Video thumbnail
KDM Tegaskan Evaluasi Anggaran Merupakan Kunci Dari Orkestrasi Pembagunan #shorts #trending
02:07
Video thumbnail
Semua Petugas Haji 2027 Termasuk Dokter Hingga Perawat Wajib Masuk 'Barak'
11:44
Video thumbnail
KDM Naikkan Standar! Evaluasi Anggaran Jabar Tak Lagi Cuma Main Administratif, Tapi Wajib Teknis
08:38
Video thumbnail
Ada Abuleke! Bahlil Soroti Izin Geothermal, Dewan Energi Diminta Awasi Ketat
13:14
Video thumbnail
Bahlil Ungkap Potensi Geothermal RI Terbesar Dunia, Tapi AS Masih Unggul
13:23
Video thumbnail
Indonesia Jangan Mau Didikte Soal Harga Timah Dunia
12:29
Video thumbnail
DPR Soroti Informasi Penyelenggaraan Haji #shorts #trending
01:01

BERITA TERBARU

EKONOMI

TERPOPULER