Trump Klaim Selat Hormuz

BACA JUGA

OLAHRAGA

TECHNOLOGY

HIBURAN

JCCNetwork.id — Presiden Amerika Serikat Donald Trump menyatakan akan mendeklarasikan Selat Hormuz sebagai wilayah Amerika Serikat setelah perang dengan Iran berakhir.

“Setelah kita selesai mengalahkan Iran, yang sedang mengalami kekalahan telak, segera saya akan mendeklarasikan Selat Hormuz sebagai wilayah Amerika Serikat,” kata Trump di New York, Jumat (14/8/2026) waktu setempat.

- Advertisement -

Pernyataan tersebut disampaikan Trump di New York, Jumat (14/8/2026) waktu setempat.

Trump juga mengklaim Washington saat ini memiliki kendali atas jalur pelayaran strategis tersebut melalui blokade terhadap Iran.

Ia mengatakan kapal yang hendak melintas harus mendapatkan izin dari Amerika Serikat.

- Advertisement -

Pernyataan Trump memperuncing perselisihan mengenai siapa yang memiliki kewenangan atas Selat Hormuz.

“Itulah salah satu masalah saya, tidak ada yang bisa diajak bernegosiasi. Ini adalah masalah. Saya berkata, apakah Anda yakin orang ini baik-baik saja?’ Ini adalah satu-satunya negara di dunia di mana tidak ada yang ingin menjadi presiden,” kata presiden berusia 79 tahun tersebut.

Iran sebelumnya menegaskan bahwa jalur air tersebut berada di bawah kendali Teheran dan membantah klaim Amerika Serikat.

Wakil Menteri Luar Negeri Iran Kazem Gharibabadi menyatakan negaranya tidak akan tunduk terhadap ancaman maupun tekanan militer Washington.

Ia menegaskan keputusan mengenai pembukaan dan penutupan Selat Hormuz merupakan kewenangan Iran.

Sengketa tersebut terjadi ketika lalu lintas kapal di Selat Hormuz mengalami penurunan tajam akibat konflik.

Data Kpler yang dikutip Reuters menunjukkan hanya sembilan kapal komoditas melintasi selat tersebut pada Kamis, naik dari lima kapal sehari sebelumnya.

Angka itu masih berada di bawah rata-rata harian Agustus yang mencapai 12 kapal.

Selat Hormuz menjadi salah satu jalur perdagangan energi paling penting di dunia.

Gangguan terhadap lalu lintas kapal di kawasan tersebut berpotensi memberikan tekanan tambahan terhadap pasar minyak dan perekonomian global.

Di tengah perseteruan klaim antara Washington dan Teheran, ketegangan di sekitar Selat Hormuz juga menjadi salah satu isu utama dalam upaya perundingan gencatan senjata Amerika Serikat dan Iran.

- Advertisement -

BACA LAINNYA

Anggota Dokkes Polda Sumsel Ditusuk, 2 Pelaku Ditangkap

JCCNetwork.id- Polisi menangkap dua orang yang diduga terlibat dalam kasus pencurian dengan kekerasan terhadap anggota Bidang Kedokteran dan Kesehatan (Biddokkes) Polda Sumatera Selatan, Aiptu...

BERITA TERBARU

EKONOMI

TERPOPULER