JCCNetwork.id- Wali Kota Chilpancingo, negara bagian Guerrero, Meksiko, Alejandro Arcos, ditemukan tewas dalam kondisi mengenaskan. Kepala Arcos ditemukan terpenggal di atas truk pikap miliknya, beberapa jam setelah ia dilaporkan hilang pada Minggu (6/10). Menteri Keamanan, Omar Garcia Harfuch, mengonfirmasi bahwa Arcos melakukan perjalanan sendiri tanpa pengawalan menuju kota Petaquillas sebelum pembunuhan terjadi.
Dalam pernyataannya, Rabu (9/10/2024), Harfuch menjelaskan bahwa Arcos meninggalkan Chilpancingo dengan truknya tanpa meminta perlindungan dari pemerintah federal.
“Arcos tidak meminta perlindungan keamanan dari pemerintah federal. Kami tahu bahwa dia akan menghadiri pertemuan tertentu, bahwa dia tidak ditemani oleh siapa pun. Komunikasi terputus di suatu komunitas, dan beberapa jam kemudian jasad wali kota ditemukan,” kata Garcia Harfuch, dikutip Reuters, Rabu (9/10/2024).
Arcos, yang baru dilantik sebagai wali kota selama enam hari, merupakan anggota aliansi oposisi utama Meksiko. Foto-foto yang beredar di media sosial memperlihatkan kepala terpenggal di atas truk pikap yang diduga milik Arcos, memicu spekulasi mengenai keterlibatan kelompok kriminal dalam pembunuhan ini.
Surat kabar Reforma melaporkan bahwa Arcos sempat bertemu dengan anggota kelompok kriminal Los Ardillos sebelum kematiannya. Los Ardillos dikenal aktif di Guerrero dan sering menggunakan metode kekerasan brutal untuk menyebarkan teror. Namun, Harfuch menolak memberikan rincian lebih lanjut tentang penyelidikan ini, dengan alasan kerahasiaan demi kelancaran proses hukum.
“Ada banyak informasi tentang subjek ini yang harus kami rahasiakan demi penyelidikan,” tegasnya.
Pemakaman Alejandro Arcos dilangsungkan pada Senin (7/10), dengan ratusan pelayat memenuhi jalan-jalan Chilpancingo, melemparkan kelopak bunga sebagai penghormatan terakhir. Situasi keamanan di Chilpancingo kembali menjadi sorotan setelah insiden ini, mengingat wilayah tersebut telah lama menjadi ajang persaingan kekerasan antara kelompok kartel.
Kekerasan yang melibatkan pemenggalan kepala telah berulang kali mengguncang Guerrero. Pada 2023, aksi kelompok bersenjata di wilayah tersebut bahkan melumpuhkan transportasi umum dan memaksa penutupan sejumlah bisnis. Setelah kematian Arcos, aktivitas sekolah di Chilpancingo kembali dihentikan.



