Kapal Nelayan Tenggelam di Busan, Dua WNI Hilang

BACA JUGA

OLAHRAGA

TECHNOLOGY

HIBURAN

JCCNetwork.id- Kecelakaan laut terjadi di perairan lepas Kota Busan, Korea Selatan, Kamis (25/6), setelah sebuah kapal nelayan bertabrakan dengan kapal pengangkut gas petroleum cair (LPG). Insiden tersebut mengakibatkan kapal nelayan tenggelam, satu orang tewas, sementara dua anak buah kapal (ABK) warga negara Indonesia (WNI) hingga kini masih dalam pencarian.

Berdasarkan keterangan Penjaga Pantai Ulsan, tabrakan terjadi sekitar pukul 10.10 waktu setempat. Kapal nelayan berbobot 79 ton itu bertabrakan dengan kapal pengangkut LPG seberat 992 ton hingga menyebabkan kapal nelayan karam di lokasi kejadian.

- Advertisement -

Benturan keras membuat seluruh awak kapal nelayan terlempar ke laut. Total terdapat delapan orang di atas kapal, terdiri atas dua warga negara Korea Selatan dan enam warga negara Indonesia.

Kapal pengangkut LPG yang terlibat dalam kecelakaan segera melakukan upaya penyelamatan. Enam awak kapal berhasil dievakuasi dari laut, sementara dua ABK asal Indonesia yang diperkirakan berusia sekitar 30 tahun masih belum ditemukan.

Hingga beberapa jam setelah kejadian, operasi pencarian terhadap kedua WNI tersebut masih terus dilakukan. Penjaga Pantai Ulsan mengerahkan sejumlah kapal patroli, helikopter, serta berbagai perlengkapan pencarian dan penyelamatan guna memperluas area pencarian di sekitar lokasi tenggelamnya kapal.

- Advertisement -

Korban selamat yang berhasil dievakuasi langsung mendapatkan penanganan medis. Di antara mereka terdapat nakhoda kapal nelayan berusia 62 tahun yang mengalami luka serius dan sempat dilarikan ke rumah sakit dalam kondisi kritis. Namun, nyawanya tidak berhasil diselamatkan dan dinyatakan meninggal dunia sekitar pukul 13.30 waktu setempat.

Sementara itu, lima korban selamat lainnya juga menjalani perawatan di rumah sakit karena mengalami gejala hipotermia akibat terlalu lama berada di perairan dingin setelah kapal tenggelam.

Menanggapi insiden tersebut, Presiden Korea Selatan Lee Jae-myung memerintahkan seluruh instansi terkait untuk memaksimalkan operasi pencarian dan penyelamatan. Instruksi itu disampaikan setelah pemerintah menerima laporan mengenai kecelakaan laut yang melibatkan warga Korea Selatan dan Indonesia tersebut.

Juru bicara kepresidenan, Kang Yu-jung, mengatakan Presiden meminta seluruh sumber daya yang tersedia segera dikerahkan agar dua korban yang masih hilang dapat ditemukan secepat mungkin.

“Presiden Korsel Lee Jae-myung memerintahkan pengerahan seluruh sumber daya yang tersedia untuk segera menyelamatkan para korban yang masih hilang setelah menerima laporan mengenai kecelakaan tersebut,” kata juru bicara kepresidenan, Kang Yu-jung.

Menurut informasi awal, seluruh awak kapal nelayan diketahui sedang berada di geladak untuk melakukan aktivitas memancing ketika tabrakan dengan kapal pengangkut LPG terjadi.

Penjaga Pantai Ulsan juga memastikan akan melakukan penyelidikan menyeluruh untuk mengungkap penyebab pasti kecelakaan. Aparat berencana memeriksa para awak kapal yang selamat, termasuk kru kapal pengangkut LPG, guna merekonstruksi kronologi tabrakan dan menentukan apakah terdapat unsur kelalaian dalam insiden tersebut.

Proses pencarian terhadap dua WNI yang masih hilang terus berlangsung, sementara otoritas maritim Korea Selatan berupaya memastikan seluruh fakta terkait kecelakaan dapat diungkap melalui investigasi resmi.

- Advertisement -

BACA LAINNYA

Bahan Pemadam Karhutla dari Singkong Segera Diuji di Lapangan

JCCNetwork.id- Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) menyiapkan uji lapangan inovasi bahan pemadam kebakaran hutan dan lahan (karhutla) berbasis singkong dan Ammonium Polyphosphate (APP)....
KONTEN VIDEO
Video thumbnail
Mentan Amran Ungkap Kekuatan Energi RI, Pengurangan Gas Bikin Negara Tetangga Uring-uringan
09:46
Video thumbnail
Semua Dapat Gaji Rp20 Juta Perbulan Kalau Korupsi Pertambangan Disikat Habis #shorts #titipanrakyat
01:36
Video thumbnail
BRIN Ubah Limbah Sawit Jadi Listrik, Ketergantungan Impor LPG Bisa Ditekan #shorts #trending
01:57
Video thumbnail
Gebrakan BRIN, Ubah Limbah Sawit Jadi Listrik, Berpotensi Hemat Impor LPG
09:52
Video thumbnail
Sabu 1,2 Ton di Aceh Terungkap, Polri Bidik Pemodal dan Dalang Jaringan Narkoba #shorts #trending
01:49
Video thumbnail
Bukan Cuma Pengedar, Polri Buru Pemodal dan Pengendali Lab Sabu 1,2 Ton di Aceh
10:31
Video thumbnail
Uang Dikeluarkan, Tapi Adakah Makanan MBG Yang Terbuang? #shorts #trending #titipanrakyat
00:49
Video thumbnail
Peternak Muda Grogi di Hadapan Mentan Amran, Staf Pertanian Cantik Dipanggil #shorts #trending
02:00
Video thumbnail
Momen Kocak, Peternak Muda Grogi di Depan Mentan Amran, Staf Cantik Ikut Dipanggil
12:05
Video thumbnail
Titipan Rakyat ke Presiden Prabowo, 155 Juta Semi Pengangguran #shorts #trending
01:21
Video thumbnail
Mahfud MD Ungkap Pengalaman Orang Daerah soal Program MBG
08:25
Video thumbnail
Turun Langsung Temui Nelayan Cilacap, Gibran Dengarkan Masalah di Lapangan #shorts #trending
01:40
Video thumbnail
Momen Gibran Serap Aspirasi Nelayan Cilacap, Pastikan Keluhan Segera Ditangani
03:43
Video thumbnail
Hakim MK Saldi Isra Bongkar Kejanggalan Norma yang Dibatalkan Muncul Lagi
08:33
Video thumbnail
Pakar Bongkar Risiko UU Perampasan Aset Jadi Senjata Serang Lawan Bisnis
09:23
Video thumbnail
Momen Mentan Amran Beri Kebebasan Petani Sampaikan Keluhan Langsung ke Dirjen Lewat Telepon #shorts
02:01
Video thumbnail
Tak Ada Sekat, Mentan Amran Persilakan Petani Telepon Langsung Dirjen Sampaikan Permintaan
08:33
Video thumbnail
Akses ke DPR Seperti Masuk Penjara #shorts #trending
00:54
Video thumbnail
Dulu Disepelehkan Kini Singkong Dikembangkan BRIN untuk Padamkan Api #shorts #trending
00:52
Video thumbnail
Tak Berdaya karena Koalisi Kuat, DPR Hanya Dekorasi di Parlemen
00:56

BERITA TERBARU

EKONOMI

TERPOPULER