JCCNetwork.id- Pada hari iini, Paus Fransiskus, pemimpin tertinggi umat Katolik dunia, secara resmi menandatangani Deklarasi Jakarta-Vatikan. Momen tersebut berlangsung di Paul VI Audience Hall, tempat sakral yang menjadi saksi bisu dari sebuah deklarasi yang mengusung tema “Keadilan dan Perdamaian untuk Dunia.”
Deklarasi ini bukan hanya sekadar sebuah dokumen, tetapi merupakan komitmen mendalam yang melibatkan berbagai organisasi kepemudaan lintas agama dari Indonesia.
Ketua Umum GP Ansor, Addin Jauharudin, bersama dengan perwakilan organisasi pemuda lainnya seperti PP Muhammadiyah, Pemuda Katolik, PERADAH Indonesia, dan GAMKI (Gerakan Angkatan Muda Kristen Indonesia), hadir langsung untuk menandatangani dan menyerahkan dokumen tersebut kepada Paus Fransiskus.
Di dalam Deklarasi Jakarta-Vatikan tersebut, para pemuda lintas iman menyatakan komitmen mereka untuk menjadi agen perubahan di dunia dengan mengamalkan nilai-nilai Pancasila. Mereka berjanji untuk membawa energi positif bagi peradaban dunia melalui prinsip toleransi, solidaritas, dan gotong royong.
Selain itu, mereka juga bertekad untuk menyebarkan pandangan yang tercantum dalam Dokumen Persaudaraan Manusia untuk Perdamaian Dunia dan Kehidupan Bersama, yang juga dikenal sebagai Dokumen Abu Dhabi, sebagai landasan untuk mewujudkan keadilan dan perdamaian global.
Deklarasi ini tidak hanya mencerminkan komitmen Indonesia, tetapi juga menunjukkan bagaimana nilai-nilai Pancasila diakui dan dihargai di tingkat internasional. Paus Fransiskus sendiri memberikan penghormatan besar kepada bangsa Indonesia, bahkan sampai bersedia menandatangani deklarasi yang diinisiasi oleh generasi muda lintas agama dari Indonesia.
Dalam pidatonya, Ketua Umum GP Ansor, Addin Jauharudin, menekankan betapa luar biasanya pertemuan ini.
“Beliau sangat menghormati Indonesia, Pancasila, bahkan berkenan untuk menandatangani Deklarasi Jakarta-Vatikan yang digagas anak-anak muda lintas agama Indonesia,” katanya.
Namun, Addin juga menyadari bahwa komitmen ini bukanlah tugas yang mudah. Menjalankan isi Deklarasi Jakarta-Vatikan membutuhkan dedikasi yang tinggi dari seluruh organisasi kepemudaan lintas agama di Indonesia. Tidak berhenti di sini, ia juga mengumumkan rencana ambisius lainnya, yaitu mengadakan tur perdamaian dunia. Dalam tur tersebut, mereka berencana untuk bertemu dengan tokoh-tokoh agama berpengaruh di seluruh dunia, termasuk Grand Syekh Al Azhar dan beberapa penerima Nobel Perdamaian.
Lebih jauh lagi, Addin mengungkapkan rencana untuk membentuk sekretariat pemuda lintas agama se-Asia Pasifik yang akan berbasis di Indonesia.
“Kita juga akan membentuk sekretariat pemuda lintas Agama se-Asia Pasifik di Indonesia untuk mewujudkan cita-cita deklarasi Jakarta-Vatikan tersebut,” pungkasnya.




















