JCCNetwork.id- Tak banyak yang tahu, ada sebuah kisah inspiratif di balik kesuksesan legenda bulu tangkis Indonesia, Christian Hadinata, yang patut diangkat ke permukaan. Kisah ini terjadi saat ia membela tim merah putih di final Thomas Cup 1986 di Istora Senayan, Jakarta.
Dalam laga tersebut, Christian yang berpasangan dengan Hadibowo menjadi tumpuan harapan sebagai ganda pertama, menghadapi pasangan tangguh dari Tiongkok, He Sangquan dan Jiang Guoliang. Christian/Hadibowo berhasil membuka harapan bagi Indonesia dengan memenangkan game pertama dengan skor 18-14.
Namun, momen yang tak terlupakan terjadi saat mereka memimpin 12-9 di game kedua. Ketika smash keras dari He Sangquan berhasil dihindari Christian dan shuttlecock jatuh di luar lapangan, wasit memutuskan poin untuk Indonesia. Tapi, dengan sikap yang mengagumkan, Christian mendatangi wasit dan mengakui bahwa shuttlecock sempat menyentuh rambutnya sebelum jatuh. Wasit pun mengubah keputusan, memberikan poin tersebut kepada lawan.
Tindakan jujur dan sportif dari Christian ini adalah contoh teladan yang layak ditiru oleh semua olahragawan, tak hanya di bulu tangkis. Meski bisa saja merugikan dirinya dan tim, Christian menunjukkan bahwa sikap sportif dan fairplay adalah yang paling utama dalam dunia olahraga.







