Filosofi Unik di Balik Desain Istana Garuda IKN

BACA JUGA

OLAHRAGA

TECHNOLOGY

HIBURAN

JCCNetwork.id- Nyoman Nuarta, desainer utama Istana Garuda di Ibu Kota Nusantara (IKN), berbicara panjang lebar mengenai filosofi dan konsep di balik rancangan megah tersebut.

Dalam pandangannya, desain Istana Garuda harus memancarkan kewibawaan yang tak tertandingi, bukan sekadar mengikuti estetika bangunan konvensional yang terkesan umum dan biasa saja.

- Advertisement -

Nyoman dengan tegas menyatakan bahwa membangun sebuah Istana tidak boleh disamakan dengan pembangunan rumah atau gedung biasa. Menurutnya, Istana Garuda harus mencerminkan identitas dan karakter bangsa Indonesia yang unik dan berbeda.

“Jangan berpikirannya seperti rumah karena kebawa-bawa dari zamannya kolonial. Istana ini harus kita bangun sendiri dengan ciri kita sendiri,”tegasnya dengan nada serius.

Dalam proses kreatifnya, Nyoman menolak dengan tegas adanya elemen desain yang menyerupai bangunan lain.

- Advertisement -

“Kita kan membangun itu namanya Istana berbeda dong dengan bangunan rumah yang lain, bangunan hotel, termasuk bangunan yang sudah ada, saya nggak mau,”ujarnya dengan penuh keyakinan.

Lebih lanjut, Nyoman juga menjelaskan tentang pemilihan warna dan material yang digunakan dalam pembangunan Istana Garuda. Ia menyebutkan bahwa warna yang tampak gelap pada bagian depan Istana bukanlah tanpa alasan. Material yang digunakan adalah kuningan yang seiring waktu akan mengalami proses oksidasi, berubah warna menjadi hijau toska, mengikuti kondisi alam Indonesia yang lembap.

“Kelembapan alam kita itu dia secara pelan-pelan dia oksidasi berubah ke biru-biru toska,” jelasnya.

Bagian rangka belakang Istana juga memiliki cerita tersendiri. Nyoman menggunakan perforated steel atau baja berlubang yang dikenal tahan terhadap cuaca ekstrem. Material ini, menurutnya, dapat bertahan hingga ratusan tahun lamanya.

“Nah itu pertama dia kemerahan tadi, tergantung cuaca begitu, kena hujan, kemudian dia lama-lama tambah gelap. Dan itu sudah terbukti ratusan tahun umurnya,” papar Nyoman.

Mengenai kesan mistis yang mungkin dirasakan sebagian orang terhadap warna dan suasana Istana, Nyoman menegaskan bahwa itu bukanlah tujuan utama dari desainnya.

“Kalau orang lihat gelap segala macam, kan susah yang biasa liat menyala-menyala warna emas itu kan saya enggak mau seperti itu,” tegas Nyoman.

“Jadi kalau itu menjadi aura mistis dan segala macam, ya itu terserah masing-masing lah, tapi kita membuat itu tentu Istana itu agar berwibawa, kita butuh butuh wibawa itu,” kata Nyoman dikutip dari Antara, Sabtu (10/8/2024).

Dengan segala pertimbangan artistik dan fungsional yang telah disusun, Nyoman berharap Istana Garuda akan menjadi simbol kebanggaan bagi bangsa Indonesia, sebuah bangunan yang tak hanya indah secara estetika tetapi juga kaya akan makna dan penuh dengan karakter yang kuat.

- Advertisement -

BACA LAINNYA

Layanan KAJJ Kembali Normal Usai Insiden Bekasi Timur

JCCNetwork.id-PT Kereta Api Indonesia (KAI) (Persero) menyatakan layanan kereta api jarak jauh mulai kembali beroperasi normal secara bertahap pada 30 April 2026. Pemulihan ini dilakukan...

BERITA TERBARU

EKONOMI

TERPOPULER