JCCNetwork.id- Kantor statistik Korea Selatan (Korsel) merilis perkiraan yang menggambarkan gambaran yang cukup suram tentang masa depan demografi negara tersebut. Menurut laporan tersebut, populasi Korsel diperkirakan akan mengalami penurunan signifikan hingga tahun 2052 karena tingkat kelahiran yang rendah.
Diproyeksikan bahwa total populasi Korsel akan turun dari 51,67 juta jiwa pada tahun 2022 menjadi 46,27 juta jiwa pada tahun 2052, setelah mencapai puncaknya di angka 51,75 juta jiwa pada tahun 2024, menurut data dari Statistics Korea.
Penurunan populasi alami, yang terjadi ketika jumlah kematian melebihi jumlah kelahiran, diprediksi akan terjadi di semua 17 provinsi dan kota di Korsel pada tahun 2052. Namun, ada pengecualian menarik, yaitu Provinsi Gyeonggi dan kota administratif Sejong, yang justru diproyeksikan akan mengalami pertumbuhan populasi pada tahun yang sama. Hal ini disebabkan oleh arus masuk penduduk ke wilayah-wilayah tersebut.
Faktor utama yang menyebabkan penurunan tingkat kelahiran adalah kesulitan ekonomi yang dihadapi oleh pasangan muda. Harga rumah yang tinggi dan tingkat pengangguran yang belum mereda menjadi faktor utama yang menyebabkan banyak pasangan memutuskan untuk menunda atau bahkan menghentikan rencana untuk memiliki anak.
Dengan tren demografi yang semakin menurun, perlu adanya langkah-langkah kebijakan yang tepat untuk mengatasi masalah ini dan mencegah dampak negatif yang lebih besar di masa depan.



