JCCNetwork.id – Counselor Rumah Masa Depan, Antoinette Wiranadewi Ludi, mengungkapkan bahwa makam seharusnya tidak dianggap sebagai tempat yang menyeramkan.
Makam adalah tempat mengenang orang-orang terkasih dan bersyukur atas kehidupan yang dianugerahkan.
Hal itu ditandai dengan tradisi ziarah, seperti nyadran dalam budaya Jawa dan Cheng Beng dalam perayaan Imlek menjadi cara merawat kenangan bersama keluarga yang telah berpulang ke sang kahlik.
Namun, di balik tradisi ini, terdapat isu serius terkait keterbatasan lahan makam di Jakarta. Pada Juni 2023, media memberitakan bahwa Jakarta dibayangi krisis lahan makam.
Data menunjukkan bahwa pada 2015, terdapat 73 Tempat Pemakaman Umum (TPU) di DKI Jakarta, dan jumlah ini bertambah 9 pada 2018.
Sementara itu, peningkatan angka kematian selama pandemi 2020 dan 2021 mempercepat penggunaan lahan, dengan lebih dari 95 persen TPU sudah terisi penuh dan diperkirakan akan terisi penuh dalam 20 tahun ke depan.
Dalam kondisi mendesak, sering kali terjadi ketidaknyamanan, ketergesaan, potensi konflik, dan pembiayaan dadakan saat prosesi pemakaman.
Untuk itu, meskipun masih dianggap tabu, pembelian lahan makam atau “rumah masa depan” sebelum diperlukan (pre need) perlu dipertimbangkan.
“Menyiapkan makam itu bukan keharusan, tetapi bijak jika melakukannya. Tindakan ini mirip dengan asuransi persiapan untuk masa depan demi mengurangi beban bagi yang ditinggalkan,” kata Antoinette dalam Podcast JCC Network.
Antoinette menjelaskan bahwa perannya sebagai counselor rumah masa depan bukan hanya soal penjualan.
Ia ingin kehadirannya bermanfaat bagi orang lain. Selama delapan tahun berkarir, ia menikmati interaksi dengan banyak orang, belajar dari mereka, dan menambah teman baru.
“Bekerja adalah panggilan. Saya menikmati suka duka dalam profesi ini,” ucap wanita yang hobi membaca puisi tersebut.
Dengan meningkatnya krisis lahan makam di Jakarta, penting bagi masyarakat untuk mempertimbangkan pembelian lahan makam sejak dini.
Ini tidak hanya membantu mengurangi beban emosional dan finansial di masa depan, tetapi juga menunjukkan cinta dan tanggung jawab kepada mereka yang kita sayangi.



