JCCNetwork.id- Gunung Ruang di Kabupaten Sitaro meletus dengan hebat, mengirimkan kolom abu vulkanik setinggi lima kilometer ke langit. Dampaknya tidak hanya dirasakan di sekitar lokasi erupsi, tetapi juga mencapai Bandara Sam Ratulangi Manado, yang harus ditutup sementara karena bahaya bagi penerbangan.
Erupsi menyebabkan gangguan serius bagi aktivitas penerbangan, mengganggu rute dari dan ke Bandara Sultan Hasanuddin Makassar. Sejumlah penerbangan, termasuk dua rute dari Makassar ke Manado dan sebaliknya, harus dibatalkan. Bahkan, penerbangan tujuan Jakarta-Manado terpaksa dialihkan ke Bandara Sultan Hasanuddin Makassar, menimbulkan kerumitan bagi maskapai seperti Garuda Indonesia, Lion Air, dan Citilink.
Para penumpang menghadapi kesulitan dalam mengatur ulang jadwal atau mendapatkan pengembalian tiket karena penumpukan di loket tiket maskapai.
Taufan Yudhistira, Manajer Hubungan Stakeholder Angkasa Pura I Bandara Sultan Hasanuddin, menjelaskan bahwa penutupan sementara Bandara Sam Ratulangi merupakan langkah pencegahan demi keselamatan, terutama mengingat bahaya abu vulkanik yang mencapai langit Kota Manado.
“Untuk sementara penerbangan ke Manado terganggu adan lima penerbangan terganggu yang dilayani Garuda Indonesia, Lion Air, dan Citilink,” ucapnya.
Maya Damayanti, GM PT Angkasa Pura I Bandara Sam Ratulangi Manado, menegaskan bahwa penutupan ini dilakukan untuk keamanan penerbangan, mengacu pada Notice to Airmen (Notam) Dirjen Perhubungan Udara Kemenhub RI nomor Notam A1144/24.
”Penutupan sementara ini demi keselamatan,” ujar Maya.
Erupsi Gunung Ruang menjadi peringatan bagi wilayah sekitarnya, sementara maskapai dan penumpang terpaksa beradaptasi dengan dampak yang meluas. Perhatian terhadap keselamatan menjadi prioritas utama dalam menghadapi kondisi darurat semacam ini.



