Qatar Hingga Kuwait Larang Pangkalan Udara Mereka untuk Menyerang Iran

BACA JUGA

OLAHRAGA

TECHNOLOGY

HIBURAN

Lisa Umumkan EP Solo Terbaru

Ruben Onsu Terseret Kasus Investasi

Sarwendah Minta Peran Ruben

JCCNetwork.id – Beberapa negara timur tengah seperti Qatar hingga Kuwait melarang penggunaan wilayah udara dan pangkalan udara mereka untuk menyerang Iran.

Hal itu disampaikan menyusul meningkatnya ketegangan antara Iran dan rezim Israel pada pekan ini.

- Advertisement -

Ketegangan Iran dan Israel terjadi akibat dari serangan Israel pada awal bulan ini terhadap misi diplomatik Iran di Suriah yang menewaskan beberapa pejabat militer Iran.

Selain melarang wilayah udara mereka untuk menyerang Iran, Qatar dan Kuwait juga mengeluarkan arahan kepada Amerika Serikat (AS) bahwa militer mereka (AS) tidak akan di izinkan untuk menggunakan pangkalan udara dari kedua negara tersebut.

Hal itu dikhawatirkan makin menimbulkan ketegangan dan potensi serangan udara terhadap Iran.

- Advertisement -

Kedua negara itu menekankan, bahwa wilayah udara mereka dilarang dan tidak tersedia untuk tindakan militer apa pun terhadap Iran.

Diketahui, AS memiliki pesawat militer di Pangkalan Udara Ali Al Salem dan Pangkalan Udara Ahmed Al Jaber di Kuwait.

Pangkalan Udara Al Udeid di Qatar juga merupakan pangkalan udara AS terbesar di kawasan Asia Barat.

Arahan dari kedua negara timur tengah itu muncul menyusul laporan yang menunjukkan Iran sedang bersiap menanggapi serangan udara Israel yang menewaskan komandan militer senior di konsulatnya di ibu kota Suriah, Damaskus pada 1 April lalu.

Di samping itu, Amerika Serikat (AS) mendesak Iran agar mengurangi ketegangan sembari mengatakan mereka akan membela Israel jika di serang.

Merespons hal itu, pihak Iran yang tak memiliki hubungan langsung dengan Washinton, meminta negara-negara Arab agar menasehati AS tidak ikut campur jika Israel di serang.

Negara-negara telah mewaspadai konfrontasi besar di wilayah tersebut setelah lebih dari enam bulan serangan Israel di Jalur Gaza.

Laporan menunjukkan bahwa mereka telah membatasi kemampuan AS untuk menggunakan wilayah udara dan pangkalan udara mereka untuk menyerang kelompok perlawanan yang bersekutu dengan Iran dan telah menyerang kepentingan Israel dan AS di wilayah tersebut sejak dimulainya agresi Israel di Gaza.

- Advertisement -

BACA LAINNYA

Prabowo Ganti Menkeu, Suahasil Resmi Dilantik

JCCNetwork.id- Presiden Prabowo Subianto mengganti Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa setelah satu tahun menduduki posisi strategis dalam pemerintahan. Purbaya yang dilantik pada 8...

BERITA TERBARU

EKONOMI

TERPOPULER