Kemarau, 72 Ribu Warga Purwakarta Terdampak

BACA JUGA

OLAHRAGA

TECHNOLOGY

HIBURAN

JCCNetwork.id- Musim kemarau yang berlangsung dalam dua bulan terakhir mulai berdampak serius terhadap ketersediaan air bersih di Kabupaten Purwakarta, Jawa Barat. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Purwakarta mencatat sebanyak 45 desa/kelurahan yang tersebar di 14 kecamatan mengalami kesulitan memperoleh air untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.

Kondisi tersebut membuat Pemerintah Kabupaten Purwakarta melalui BPBD meningkatkan penyaluran bantuan air bersih ke wilayah yang terdampak kekeringan. Distribusi dilakukan secara bertahap dengan menyasar permukiman warga yang mengalami keterbatasan sumber air akibat menurunnya ketersediaan air selama musim kemarau.

- Advertisement -

Kepala BPBD Kabupaten Purwakarta, Haryadi Erlan, mengatakan penanganan kekeringan masih terus dilakukan hingga saat ini. Menurut dia, pengiriman air bersih kepada masyarakat terdampak telah berlangsung sejak sekitar dua bulan terakhir dan akan dilanjutkan selama kondisi di lapangan masih membutuhkan bantuan.

“Sejak dua bulan terakhir hingga saat ini pendistribusian air bersih ke daerah terdampak kemarau terus dilakukan,” kata Haryadi, dilansir dari Antara, Rabu, 9 September 2026.

Berdasarkan catatan BPBD Purwakarta, total air bersih yang telah disalurkan kepada masyarakat terdampak mencapai sekitar 819 ribu liter. Bantuan tersebut diberikan melalui 212 kali pendistribusian ke berbagai wilayah yang mengalami kekeringan.

- Advertisement -

“Jika dijumlahkan, totalnya sudah 212 pendistribusian air bersih ke daerah terdampar kekeringan,” ucapnya.

Penyaluran air dilakukan untuk membantu warga memenuhi kebutuhan dasar, terutama untuk keperluan memasak, minum, mandi, mencuci, serta kebutuhan rumah tangga lainnya. Keterbatasan sumber air membuat sebagian masyarakat harus mengandalkan pasokan yang dikirimkan pemerintah.

Dampak kekeringan juga tercermin dari jumlah penduduk yang terdampak. BPBD Purwakarta memperkirakan sekitar 72 ribu jiwa dari 23.803 keluarga mengalami kesulitan mendapatkan air bersih selama musim kemarau berlangsung.

Puluhan ribu warga tersebut tersebar di 45 desa atau kelurahan pada 14 kecamatan. Sejumlah wilayah yang terdampak antara lain Kecamatan Bungursari, Babakan Cikao, Jatiluhur, Purwakarta, Pasawahan, Pondoksalam, Wanayasa, Bojong, dan Darangdan.

Kekeringan juga melanda Kecamatan Plered, Sukatani, Tegalwaru, Maniis, serta Sukasari. Kondisi geografis dan berkurangnya ketersediaan sumber air di sejumlah kawasan membuat kebutuhan terhadap bantuan air bersih meningkat.

BPBD Purwakarta memastikan distribusi air bersih masih akan dilanjutkan ke wilayah yang mengalami kekeringan. Petugas melakukan pemantauan terhadap daerah yang membutuhkan pasokan sehingga bantuan dapat diarahkan sesuai tingkat kebutuhan masyarakat.

Pemerintah daerah juga terus mengantisipasi kemungkinan meluasnya dampak kekeringan apabila musim kemarau berlangsung lebih lama. Distribusi air bersih menjadi salah satu langkah tanggap darurat untuk menjaga masyarakat tetap memperoleh akses terhadap kebutuhan dasar.

Haryadi menegaskan bahwa bantuan tersebut akan terus diberikan kepada warga di daerah terdampak. Langkah ini dilakukan sebagai bagian dari upaya pemerintah daerah menjaga pemenuhan kebutuhan air bersih masyarakat di tengah keterbatasan sumber air akibat musim kemarau.

Dengan jumlah warga terdampak yang mencapai puluhan ribu jiwa, penanganan kekeringan di Purwakarta membutuhkan distribusi yang berkelanjutan. Pemerintah daerah melalui BPBD pun masih menempatkan pemenuhan kebutuhan air bersih sebagai prioritas selama wilayah-wilayah terdampak belum kembali memiliki pasokan air yang mencukupi.

- Advertisement -

BACA LAINNYA

Insentif Pajak, Jakarta Perkuat Industri Film

JCCNetwork.id- Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta memberikan insentif berupa keringanan pajak sebesar 50 persen bagi kegiatan produksi film nasional di Ibu Kota. Kebijakan yang...
KONTEN VIDEO
Video thumbnail
Di Forum Titipan Rakyat Formappi Sebut DPR Tak Berani Tagih Janji 19 Juta Lapangan Kerja ke Prabowo
19:23
Video thumbnail
Titipan Rakyat Buat Presiden, 2 Kilometer dari Istana, Rakyat Masih Berhutang
13:17
Video thumbnail
TR untuk Prabowo-Gibran: Jangan Cuma Janji, Rakyat Menunggu Bukti Perubahan
08:43
Video thumbnail
TR Buat Prabowo-Gibran Warga Sudah Susah, Rumah Malah Mangkrak Gegara Anggaran Bedah Rumah Tak Cukup
08:01
Video thumbnail
Depan Prabowo, Kapolri Suyudi Beberkan 11 Korporasi Berstatus Tersangka Karhutla Kalimantan
08:09
Video thumbnail
Detik-Detik Rocky Gerung Hentikan Presma Unimed saat Bertanya #shorts #trending
02:01
Video thumbnail
Momen Debat Rocky Gerung dan Presma Unimed, Pertanyaan Langsung Dihentikan: Saya Tak Izinkan
08:34
Video thumbnail
Pedas, KDM Soroti Bekasi, Duit Banyak tapi Lingkungan Masih Berantakan #shorts #trending
01:24
Video thumbnail
Momen Prabowo Soroti Jajaran Wantimpres: Isinya Tokoh-Tokoh Nasional, Ngeri
08:08
Video thumbnail
Momen Prabowo Puji Mentan Amran, Produksi Pangan Digenjot Tanpa Buka Hutan Primer #shorts #trending
01:10
Video thumbnail
Momen Prabowo Puji Mentan Amran, Produksi Pangan Digenjot Tanpa Buka Hutan Primer
08:26
Video thumbnail
Prabowo Luruskan Soal BBM Bali, Bukan Stok Habis tapi Distribusi Terlambat #shorts #trending
00:41
Video thumbnail
Prabowo Tegaskan Antrean BBM di Bali Bukan Langka, tapi Distribusi Terlambat
08:02
Video thumbnail
Prabowo Dengar Langsung, Bahlil Ungkap Penyebab BBM Bali Sempat Langka
08:23
Video thumbnail
Prabowo Akui MBG Masih Banyak Kekurangan, Pelanggar Ditindak hingga Dipecat #shorts #trending
01:03
Video thumbnail
Prabowo Blak-blakan, MBG Masih Banyak Kekurangan, Pelanggar Ditindak, Pecat sampai Bersih
08:02
Video thumbnail
Pedas! KDM Soroti Bekasi, Duit Banyak tapi Lingkungan Masih Berantakan
09:07
Video thumbnail
Momen Dedi Mulyadi Pimpin Langsung Pelantikan Bupati Bekasi
08:32
Video thumbnail
Titipan Rakyat ke Presiden Prabowo: Bunga Pinjol Buat Hidup Rakyat Mengenaskan #shorts #trending
02:03
Video thumbnail
TR Buat Bapak Presiden Prabowo Banyak Rakyat Terjerat Pinjol Gegara Nganggur
06:06

BERITA TERBARU

EKONOMI

TERPOPULER