Kebakaran Hebat Hanguskan Pabrik Eksportir Kayu Jati

BACA JUGA

OLAHRAGA

TECHNOLOGY

HIBURAN

Lisa Umumkan EP Solo Terbaru

Ruben Onsu Terseret Kasus Investasi

Sarwendah Minta Peran Ruben

JCCNetwork.id- Kebakaran hebat melanda sebuah perusahaan eksportir kerajinan kayu jati di Desa Sidowayah, Kecamatan Kedunggalar, Kabupaten Ngawi, Jawa Timur, Minggu (13/9/2026) malam. Kobaran api menghanguskan hampir seluruh bangunan pabrik, termasuk gudang penyimpanan bahan baku dan area produksi.

Peristiwa tersebut mengakibatkan kerugian material yang ditaksir mencapai Rp1,3 miliar. Tidak ada laporan korban jiwa maupun luka dalam kejadian yang menghanguskan fasilitas usaha pengolahan kayu tersebut.

- Advertisement -

Api Melalap Gudang Kerajinan Siap Ekspor
Kebakaran pertama kali diketahui berasal dari gudang pengemasan kerajinan kayu jati yang telah disiapkan untuk dikirim ke Swedia. Api kemudian dengan cepat membesar dan merambat ke bagian lain pabrik yang digunakan untuk menyimpan bahan kayu serta menjalankan aktivitas produksi.

Material kayu yang berada di dalam bangunan membuat kobaran api semakin sulit dikendalikan. Dalam waktu singkat, api meluas dan mengancam seluruh fasilitas perusahaan.

Besarnya kobaran api membuat proses penyelamatan barang-barang produksi dan bahan baku menjadi sulit dilakukan. Bangunan pabrik yang sebagian besar digunakan untuk menyimpan material mudah terbakar akhirnya tidak dapat diselamatkan.

- Advertisement -

Peristiwa ini menimbulkan kerugian besar bagi perusahaan, terutama karena sejumlah produk kerajinan yang telah dipersiapkan untuk kebutuhan ekspor turut terdampak kebakaran.

Tiga Armada Damkar Dikerahkan

Petugas pemadam kebakaran langsung diterjunkan untuk menangani kebakaran tersebut. Sebanyak tiga unit armada pemadam kebakaran dikerahkan ke lokasi guna memutus penyebaran api dan mencegah kobaran meluas ke area sekitar.

Namun, upaya pemadaman menghadapi sejumlah kendala. Tiupan angin yang cukup kencang membuat api semakin cepat menjalar ke bagian bangunan lainnya. Kondisi tersebut menyulitkan petugas untuk mengendalikan kobaran yang sudah membesar.

Selain faktor angin, keterbatasan sumber air di sekitar lokasi juga menjadi hambatan dalam proses pemadaman. Petugas harus berupaya maksimal dengan sarana yang tersedia untuk menaklukkan api yang melalap bangunan pabrik.

Petugas pemadam kebakaran, Joko Kartolo, mengatakan material kayu yang berada di dalam pabrik membuat api semakin mudah membesar, terlebih dengan kondisi angin yang kencang.

“Kayu banyak kena api karena banyak angin,” ujar Joko di lokasi.

Kondisi tersebut menyebabkan api terus menjalar dan menghanguskan hampir seluruh bagian pabrik. Meskipun tiga armada pemadam telah dikerahkan, petugas tidak berhasil mencegah kerusakan parah pada bangunan perusahaan.

Diduga Berawal dari Puntung Rokok

Pemilik perusahaan, Suwardi, menyebut kebakaran diduga dipicu oleh puntung rokok yang dibuang sembarangan oleh pekerja. Bara api yang berasal dari puntung rokok tersebut diduga kemudian membesar hingga membakar isi gudang pengemasan.

Menurut Suwardi, api diketahui sudah membesar ketika kondisi kebakaran mulai disadari. Tiupan angin turut mempercepat penyebaran api sehingga penanganan awal tidak berjalan maksimal.

“Penyebabnya dari puntung rokok, tahu-tahu api sudah membesar,” kata Suwardi.

Ia menjelaskan, perusahaan menghadapi keterbatasan sarana untuk menangani kebakaran sejak awal. Kondisi tersebut, ditambah kencangnya angin, membuat upaya pengendalian api menjadi semakin sulit.

Kebakaran yang bermula di gudang pengemasan kemudian meluas ke bagian pabrik lainnya. Area penyimpanan bahan kayu dan lokasi produksi turut terbakar hingga menyebabkan kerusakan hampir menyeluruh.

Meski demikian, dugaan penyebab kebakaran tersebut masih memerlukan pemeriksaan lebih lanjut oleh pihak berwenang untuk memastikan sumber api dan rangkaian kejadian secara pasti.

Kerugian Capai Rp1,3 Miliar

Kebakaran tersebut tidak hanya mengakibatkan kerusakan bangunan pabrik, tetapi juga berpotensi mengganggu kegiatan produksi dan pengiriman kerajinan kayu jati ke pasar ekspor.

Produk kerajinan yang telah dikemas untuk dikirim ke Swedia menjadi bagian dari barang yang terdampak. Selain itu, bahan baku kayu dan fasilitas produksi yang ikut terbakar menambah nilai kerugian perusahaan.

Suwardi menaksir total kerugian akibat kebakaran mencapai Rp1,3 miliar. Nilai tersebut mencakup kerusakan bangunan, barang produksi, bahan baku, serta berbagai perlengkapan yang berada di dalam pabrik.

Perusahaan eksportir kerajinan kayu jati tersebut kini menghadapi dampak besar akibat kebakaran yang menghanguskan fasilitas usahanya. Kerusakan pada area produksi dan gudang dapat memengaruhi aktivitas pengolahan serta pengiriman barang yang sebelumnya telah dipersiapkan.

Tidak Ada Korban Jiwa

Di tengah besarnya kebakaran yang melanda pabrik, tidak ada korban jiwa maupun korban luka yang dilaporkan dalam peristiwa tersebut.

Petugas pemadam kebakaran tetap melakukan penanganan untuk memastikan api dapat dikendalikan dan tidak kembali meluas. Kondisi angin serta keterbatasan air menjadi faktor yang harus dihadapi selama proses pemadaman berlangsung.

Kebakaran di Desa Sidowayah ini menjadi perhatian karena melanda fasilitas industri pengolahan kayu yang menyimpan material mudah terbakar dalam jumlah besar.

Peristiwa tersebut juga menjadi pengingat pentingnya penerapan keselamatan kerja, khususnya di lingkungan pabrik yang menggunakan bahan kayu. Pengawasan terhadap aktivitas pekerja, larangan membuang puntung rokok sembarangan, serta kesiapan sarana pemadam awal menjadi hal penting untuk mencegah kejadian serupa.

Dengan kerugian yang ditaksir mencapai Rp1,3 miliar, kebakaran ini menjadi salah satu insiden besar yang berdampak terhadap kegiatan usaha kerajinan kayu jati di wilayah Kabupaten Ngawi.

- Advertisement -

BACA LAINNYA

15 Golongan Bisa Naik Transportasi DKI Gratis

JCCNetwork.id- Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta meminta masyarakat yang masuk dalam 15 golongan penerima layanan transportasi umum gratis agar segera mengurus Kartu Layanan Gratis....
KONTEN VIDEO
Video thumbnail
Bukan Kaleng-kaleng! Prabowo Ungkap Indonesia Swasembada Beras, Siap Jadi Pemasok Pangan Dunia
08:06
Video thumbnail
Momen Haru Mentan Amran Panggil Maba Yatim Piatu
08:04
Video thumbnail
Kapal Virgo Bawa 243 Penumpang Hilang Kontak di Laut Jawa, Begini Nasib Para Penumpang
05:40
Video thumbnail
Bukan Sekadar Pidato, Mentan Amran Serahkan Rp150 Juta untuk Para Penghafal Al-Qur’an
10:22
Video thumbnail
Menta Amran Ungkap Cerita Ada yang Sampaikan ke Prabowo Jangan Pilih Dirinya Jadi Menteri
09:02
Video thumbnail
Kenapa Judol Belum Masukkan ke Dalam Daftar Tindak Pidana RUU Perampasan Aset?
04:35
Video thumbnail
Jangan Sampai Terjadi Korupsi di Dalam Dalam Proses Penindakan Korupsi
08:18
Video thumbnail
Apakah RUU Perampasan Aset Masih Perlu atau Tidak?
08:01
Video thumbnail
Momen Akrab, PM India Peluk Prabowo Saat Bertemu di KTT BRICS
08:50
Video thumbnail
Mentan Amran Dengar Cerita Maba Piatu, Spontan Rangkul dan Cari Ayahnya
08:16
Video thumbnail
Kesempatan Ditutup, Kontraktor Lokal Selalu Kalah dengan Pengusaha Luar
11:42
Video thumbnail
Momen Gagah Prabowo Berjalan di Karpet Merah Saat Hadiri KTT BRICS India 2026
08:44
Video thumbnail
DPR Prihatin Tata Kelola Kementerian PU Terlalu Banyak Rangkap Jabatan
16:41
Video thumbnail
4 Pagar Utama RUU Perampasan Aset
10:18
Video thumbnail
Mentan Amran Ceritakan Pengalaman Tegasnya, Manajer Pupuk Tak Layani Petani, Langsung Dicopot
08:47
Video thumbnail
Gandeng Orang Utan! Wapres Gibran Tinjau Dampak Karhutla di Kalimantan
05:44
Video thumbnail
Mahfud MD Buka Kartu Alur RUU Perampasan Aset Sampai Ribut dengan DPR
07:21
Video thumbnail
Suasana Hangat! Mahasiswa dan Diaspora Indonesia Sambut Kedatangan Prabowo di India
03:54
Video thumbnail
Momen Prabowo Disambut Tarian Bollywood Saat Tiba di India #shorts #trending
02:05
Video thumbnail
Khofifah Ceritkan Kembali Soal Pesawat Jokowi Tembus Asap Karhutla Kalimantan
09:05

BERITA TERBARU

EKONOMI

TERPOPULER

Rupiah Melemah ke Rp17.622

RUU Perampasan Aset Soroti Pajak

Gunung Ili Lewotolok Kembali Erupsi

BGN Tutup 1.999 Dapur MBG Tak Ber-SLHS

Fuad Maktour Kembali Disorot

Harry Kane Kandidat Ballon d’Or 2026