JCCNetwork.id- Tegangnya situasi di Semenanjung Korea semakin memanas! Pemimpin Korea Utara, Kim Jong-un memimpin latihan militer yang melibatkan tentara penerjun payung dan mengeluarkan seruan untuk persiapan penuh dalam menghadapi potensi konflik, menurut laporan media pemerintah pada Sabtu (16/3/2024).
Pelatihan unit militer lintas udara yang dilangsungkan pada Jumat bertujuan untuk mengevaluasi kesiapan pasukan terjun payung dalam setiap skenario operasi militer, terutama dalam situasi darurat pada masa perang, demikian diinformasikan oleh Kantor Berita Pusat Korea (KCNA).
Kim Jong-un menegaskan bahwa tugas utama Tentara Rakyat Korea (KPA) adalah mempersiapkan diri sepenuhnya untuk menghadapi potensi konflik.
KCNA juga melaporkan bahwa Kim menekankan pentingnya setiap personel militer KPA untuk bersiap secara mental dan fisik, serta mempunyai tekad kuat untuk menang dalam pertempuran.
Sementara itu, latihan militer ini tampaknya menjadi respons terhadap latihan militer bersama antara Korea Selatan dan Amerika Serikat yang baru-baru ini selesai dilaksanakan.
Latihan Freedom Shield tahunan tersebut bertujuan untuk memperkuat pertahanan terhadap ancaman nuklir dan rudal dari Korea Utara.
Dalam konteks ini, Kim Jong-un telah menetapkan hubungan antara kedua Korea sebagai hubungan antar-dua negara yang saling bermusuhan.
Dia juga berjanji untuk mengendalikan wilayah Korea Selatan jika terjadi konflik.
Situasi di Semenanjung Korea semakin memanas dengan kedua belah pihak terus melakukan demonstrasi kekuatan militer, meningkatkan ketegangan di kawasan tersebut.



