Pasalnya, PDIP tak akan gentar untuk mengungkap dugaan kecurangan pemilu 2024 baik melalui hak angket ataupun dengan opsi lainnya.
“Jadi kami adalah opsinya dalam melakukan perlawanan secara terukur,” jelas Hasto.
Seperti diketahui, Indonesia Police Watch (IPW) melayangkan laporan ke KPK terkait dugaan penerimaan suap gratifikasi oleh direksi PT Bank Daerah Jawa Tengah 2014-2023 pada Selasa, 5 Maret 2024 kemarin.
Dalam isi laporan tersebut, pihak IPW menduga ada aliran dana kotor alias korupsi yang diduga ikut mengalir ke GP yang saat itu menjabat sebagai Gubernur Jawa Tengah (Jateng).
Ketua IPW Sugeng Santoso sebelumnya menjelaskan, bahwa suap atau penerimaan gratifikasi itu berasal dari perusahaan asuransi yang memberikan pertangunggan jaminan kredit kepada kreditur Bank Jateng.
“(Kemudian) 5,5 persen diberikan kepada pemegang saham pengendali Bank Jateng yang diduga adalah kepala daerah Jawa Tengah dengan inisial GP,” ujar Sugeng dalam keterangannya yang dikutip JCCNetwork.id hari ini.



