JCCNetwork.id – Pilpres Amerika Serikat (AS) yang semakin mendekati memicu ketegangan politik yang semakin memanas.
Dalam ulangan pilpres yang ditetapkan setelah kontroversi pada tahun 2020, petahana Joe Biden bersiap untuk menghadapi musuh politiknya yang tangguh, Donald Trump.
Menurut peneliti dan pengamat politik Amerika, Jerry Massie, Biden akan menghadapi tantangan yang berat dalam pilpres ulangan ini.
Meskipun Biden telah memenangkan pertarungan Super Tuesday, Trump masih menjadi ancaman serius setelah dominasinya dalam pemilihan pendahuluan.
“Saya pastikan Joe Biden akan keok jika terjadi pilpres ulangan 2020 dengan lawan utamanya mantan Presiden ke-45 Donald Trump,” ujar peneliti dan pengamat politik Amerika Jerry Massie Kamis (07/03/2024).
Jerry yang juga Direktur Political and Public Policy Studies (P3S) ini, menekankan Trump telah memenangkan kemenangan penting di sejumlah negara bagian kunci meninggalkan Joe Biden dengan tantangan besar untuk mengatasi keraguan publik akan kemampuannya sebagai pemimpin yang efektif.
Meskipun dalam survei terbaru, Biden tertinggal 4 poin dari Trump, yang menunjukkan bahwa perjuangan ini akan berlangsung sengit.
Namun, sejarah menunjukkan bahwa tidak semua kandidat yang kalah dalam pilpres pertama berakhir dengan nasib yang sama.
Ada presiden seperti Grover Cleveland yang berhasil membalikkan keadaan dan memenangkan kedua kalinya.
Hal ini menimbulkan pertanyaan apakah Trump akan mengikuti jejak Cleveland atau mengalami nasib yang sama dengan presiden-presiden lain yang hanya menjabat sekali.
Kemenangan dalam Super Tuesday diprediksi akan memberikan keuntungan strategis bagi Trump dalam merebut kembali White House.
Dengan pertarungan yang semakin memanas, Amerika Serikat akan menyaksikan duel politik yang menentukan dalam perjalanan menuju Pilpres yang mendebarkan ini.



