JCCNetwork.id – Isue pemakzulan presiden Jokowi menjadi hangat diperbincangkan di kalangan masyarakat dan elite politik di negeri ini. Apalagi, isu itu mulai timbul di permukaan menjelang momentum pencoblosan Pemilu 2024 pada 14 Februari nanti.
Garakan yang sama juga rencananya dilakukan organisasi Cipayung Plus dan sejumlah BEM Universitas dengan melakukan aksi unjuk rasa besar-besaran di sejumlah lembaga negara termasuk DPR-MPR.
Hal tersebut juga tertuang dalam lembaran flayer yang tersebar luas dengan tulisan “Geruduk Istana, Desak MMPR RI Sidang Istimewa Turunkam Jokowi. Indonesia Sedang Sakit Ibu Pertiwi Memanggil Dengan #SalamPerubahan“.
Kabar itu pun sontak mendapat sorotan dari sejumlah aktivis mahasiswa dan organisasi kepemudaan lainnya, salah satunya adalah Lembaga Kajian dan Peduli Hukum Indonesia (LKPHI).
Direktur Eksekutif DPN LKPHI, Ismail Marasabessy ikut menyayangkan sikap pemuda dan mahasiswa yang mau melakukan hal tersebut.
Menurutnya, aksi dengan narasi “pemakzulan presiden” terkesan provokatif dan perpecahan serta terkesan ingin membuat kegaduhan pada momentum Pemilu 2024 ini.
“Jelas ini aksi terkesan provokatif dan ingin memecah belah persatuan dan keutuhan bangsa serta mau membuat kegaduhan pada pesta dekokrasi Pemilu 2024 yang tinggal beberapa pekan lagi,” kata Ismail saat dikonfirmasi awak media, Selasa (30/1).
Baca Artikel Selengkapnya di Bawah



