Menurut mantan Presiden Mahasiswa Jayabaya Jakarta ini, banyak informasi hoaks yang berseliweran di berbagai platform media sosial. Selain itu, masyarakat kata dia, juga tidak terlalu selektif dalam menerima informasi secara akurat.
“Sekarang banyak pemberitaan kurang berkualitas dan tidak mendidik. Informasi yang di sampaikan bermuatan hoaks dan berpotensi memecah belah kehidupan bermasyarakat,” ucapnya.
“Ada kelompok kecil yang diduga sengaja memainkan isue “Pemakzulan Presiden” untuk membuat gaduh dan memecah belah persatuan dan kesatuan bangsa,” tambahnya menegaskan.
Ismail berpesan baiknya kelompok intelektual itu menyerukan masyarakat agar sama-sama sukseskan pemilu 2024 ini dengan aman dan damai. Bukan malah sebaliknya memprovokasi masyarakat untuk memakzulkan Presiden.
“Olehnya itu, saya secara pribadi mengajak teman-teman mahasiswa agar tidak terlalu jauh tergiring dengan isu-isu provokatif tersebut, apalagi dalam situasi Pemilu 2024 seperti ini. Pasti banyak kelompok politik yang tidak senang dengan presiden dan calon presiden yang lain sehingga melakukan provokasi dan fitnah terhadap Presiden,” ajak pria berdarah Maluku ini.
Mahasiswa Baiknya Fokus Isu Kemanusiaan
Lebih lanjut, Ismail menyarankan mahasiswa agar baiknya fokus saja pada isue-isue kemanusiaan dan kepentingan masyarakat. Sebab lanjut dia, jika aksi demonstrasi itu terjadi ia khawatir akan ditunggangi untuk kepentingan kelompok tertentu.
“Alangkah baiknya kita selaku Mahasiswa sebaiknya fokus pada isue-isue kemanusiaan dan kepentingan rakyat banyak. Karena dikhawatirkan jika terlalu jauh masuk ke dalam ranah politik, maka sudah pasti aksinya akan ditunggangi kelompok yang berkepentingan. Dan ini berbahaya untuk keutuhan bangsa,” tutur dia.
Terakhir, Ismail Marasabessy berharap Polri bisa membongkar aktor intelektual dari isu dan provokasi untuk pemakzulan presiden tersebut. Dengan tegas ia menyebut, mereka adalah pembuat dan perusuh bangsa.
“Kami harap Polri agar membongkar dalang provokator pemakzulan presiden, penyebar hoaks serta menindak para perusuh bangsa,” pungkasnya.



