JCCNetwork.id- Pemimpin Korea Utara, Kim Jong Un, terlihat haru saat meminta ibu-ibu di Korea Utara untuk memiliki lebih banyak anak dalam upaya menanggulangi penurunan angka kelahiran. Dalam pidatonya di pertemuan ibu-ibu nasional di Pyongyang, Kim Jong Un menyeka air matanya, mengatakan bahwa menghentikan penurunan angka kelahiran adalah tanggung jawab bersama.
Pertemuan tersebut, yang menjadi yang pertama dalam 11 tahun, menyaksikan ribuan wanita, terutama ibu-ibu, turut menangis massal. Kim Jong-un, yang dilaporkan memiliki tiga anak, mengakui tantangan penurunan kelahiran, yang juga diakui oleh pemerintah Korea Selatan.
“Menghentikan penurunan angka kelahiran dan memberikan perawatan dan pendidikan anak yang baik adalah urusan keluarga yang harus kita selesaikan bersama ibu kita,” kata Kim Jong Un dikutip.
Meskipun Korea Utara jarang mengungkapkan detail tentang tren populasi, namun pemerintah Korea Selatan memperkirakan penurunan tingkat kesuburan di Korut dalam dekade terakhir. Bahkan, pidato Kim Jong menandai pengakuan terbuka pertamanya terkait isu ini.
Menurut PBB dan Bank Dunia, tingkat kesuburan di Korea Utara telah turun menjadi 1,79-1,8 anak per perempuan sejak 2020. Kim Jong mengingatkan para ibu tentang tugas revolusioner mereka, sambil memperkenalkan berbagai tunjangan untuk keluarga dengan tiga anak atau lebih.
Pemimpin Korut itu juga menekankan pentingnya menanamkan nilai-nilai sosialis pada anak-anak dan melawan pengaruh asing. Kim Jong, dalam pidatonya, mengungkapkan keyakinannya bahwa hanya dengan menjadi komunis, seorang ibu dapat membesarkan anak-anaknya sebagai revolusioner sejati.
“Kecuali seorang ibu menjadi komunis, mustahil baginya untuk membesarkan putra dan putrinya sebagai komunis dan mengubah anggota keluarganya menjadi revolusioner,” katanya seperti dikutip.
Ucapan emosional Kim Jong ini mencatat momen langka di mana pemimpin Korea Utara mengekspresikan emosi di depan umum. Pada tahun 2020, ia juga menangis saat meminta maaf atas kesulitan ekonomi selama awal pandemi. Baru-baru ini, mata Kim Jong-un berkaca-kaca saat menghadiri parade militer untuk memperingati 70 tahun berakhirnya Perang Korea.



