JCCNetwork.id – Sangat biadab tindakan militer Israel menyerang sebuah bangunan dimana warga palestina ramai-ramai mengantre mengisi air dari stasiun desalinasi.
Kantor Koordinasi Urusan Kemanusiaan PBB (OCHA) melaporkan bahwa ada sekitar enam orang tewas akibat serangan tersebut.
“Akibatnya, enam warga Palestina tewas dan 10 lainnya luka-luka,” demikain bunyi laporan dari laman resmi OCHA, Selasa (21/11/2023).
Selain itu, dalam hari yang sama terjadi serangan terpisah di Jabalia dan Kota Gaza yang menargetkan tempat tinggal. Sehingga masing-masing serangan tentara zionis Israel itu menewaskan sekitar 18 dan 40 warga Palestina.
Israel melakukan penyerangan brutal karena sudah masif menargetkan pemukiman dan fasilitas kesehatan seperti rumah sakit hingga sekolah dan tempat ibadah.
Per Minggu (19/11/2023) lalu, Kementerian Kesehatan Gaza melaporkan setidaknya 31 warga Palestiina tewas akibat serangan Tel Aviv di kamp pengungsi Bureij dan Nuseirat.
Pada Senin (20/11), Hamas melaporkan lebih dari 10 orang tewas akibat serangan roket Israel di sekolah Badan Bantuan dan Pekerjaan PBB untuk Pengungsi Palestina (UNRWA) di Kamp Bureij.
Kemudian pada Selasa (21/11) dini hari ini, Tel Aviv menyerang kamp Jabalia dan Nuseirat hingga menewaskan masing-masing setidaknya tiga dan 17 orang.
Jumlah korban tewas akibat agresi di Gaza sejauh ini sudah mencapai 13.300 orang. Mayoritas korban adalah anak-anak dan perempuan.



