JCCNetwork.id– Peringatan Hari Pahlawan Nasional ke-78 tahun 2023 menjadi momen penting bagi Legiun Veteran Republik Indonesia (LVRI) Kabupaten Sleman. Dalam acara tersebut Ketua DPC LVRI Kabupaten Sleman, Kompol (Purn) Suradi mengaku pemerintah daerah kurang memperhatikan para veteran.
Dalam sesi acara yang dihadiri oleh Ikatan Wartawan Online (IWOI) Sleman, Suradi mengungkapkan ketidakpuasannya terkait minimnya dukungan dari pemerintah, baik pusat maupun daerah. Salah satunya adalah keluhan atas perbaikan kerusakan gedung, yang terhambat.
“Dari segi ATK dan sebagian lainnya, kami tak mendapat dukungan dari pemerintah. Kami disebut pejuang, tapi kenyataannya seperti ini! Untuk pemerintah, mungkin belum mampu?” ujar Suradi.
Meski dihadapkan pada tantangan tersebut, kata Suradi, para veteran tetap optimis menjaga warisan gedung Markas LVRI Kabupaten Sleman. Dengan membiayai perbaikan gedung dengan iuran anggota veteran sendiri, sebab kantor ini merupakan warisan dari para pejuang yang telah mendahului mereka.
“Kita bisa berjalan dengan iuran anggota veteran sendiri, perbaikan terhadap kerusakan gedung juga kita sendiri memang, sebab ini adalah warisan dari para pejuang-pejuang yang telah mendahului kita,” tuturnya.
Sementara itu Sesepuh LVRI Letkol (Purn) Sudarno mengingatkan pentingnya menghormati veteran, sebab mereka adalah orang-orang yang pernah berperang melawan tentara asing demi mempertahankan kemerdekaan Indonesia.
Namun, sayang apa yang terjadi di daerah DIY sangat bertolak belakang lantaran mencatat bahwa kantor-kantor veteran di DIY masih belum optimal.
“Padahal veteran punya Undangan-undangan nomor 15 Tahun 2012 tentang Veteran Republik Indonesia dimana tercantum dalam pasal 19 yang berbunyi pemerintah mendorong dan mendukung dalam veteran untuk melaksanakan kegiatan,” paparnya.
Meskipun menghadapi berbagai kendala, para veteran terus berharap agar pemerintah daerah maupun pusat dapat memberikan lebih banyak dukungan finansial dan infrastruktur untuk meningkatkan kondisi kantor-kantor veteran di wilayah DIY,
“Agar warisan para pahlawan bisa terus dijaga dan dilestarikan dengan baik untuk generasi mendatang,” ungkapnya.
Namun LVRI Kabupaten Sleman berfokus menjaga prioritas nilai-nilai perjuangan para pahlawan agar tetap dilestarikan oleh generasi penerus. Sebab nilai-nilai tersebut semakin pudar.
“Dimana kondisi saat ini banyak pejabat-pejabat daerah maupun pusat yang masuk bui, dampak ini membuat kami para veteran prihatin dan bersedih,” pungkasnya.














