JCCNetwork.id- Pesawat tempur Israel melancarkan serangan terbaru dengan membombardir delapan rumah sakit di Jalur Gaza dalam tiga hari terakhir, mengakibatkan 18 rumah sakit tak beroperasi sejak 7 Oktober.
“Agresi Israel telah memaksa 18 rumah sakit tak beroperasi sejak 7 Oktober,” demikian menurut pernyataan kantor media tersebut.
Kantor media pemerintah Gaza menyatakan bahwa meriam artileri Israel menargetkan Rumah Sakit Al-Shifa dan Al-Nasr, melanggar hukum kemanusiaan internasional. Pemboman terhadap fasilitas kesehatan dikecam sebagai kejahatan perang berdasarkan perjanjian internasional dan resolusi PBB.
Situasi semakin memburuk dengan lebih dari 10.000 warga Palestina tewas dan ribuan lainnya mengungsi akibat serangan darat dan udara Israel sejak 7 Oktober.
Sementara itu, hampir 1.600 orang tewas di pihak Israel. Selain korban jiwa, pasokan makanan di Gaza hampir habis, toko roti tidak beroperasi, dan 2,3 juta warga Gaza menghadapi krisis kebutuhan dasar.
Program Pangan Dunia (WFP) memperingatkan tentang kondisi yang semakin kritis. Hingga saat ini, belum ada tanggapan resmi dari tentara Israel terkait tudingan ini.



