Pemerintah Siapkan Tambahan Dana Bencana

BACA JUGA

OLAHRAGA

TECHNOLOGY

HIBURAN

JCCNetwork.id- Pemerintah membuka ruang penambahan anggaran untuk penanganan bencana apabila dana yang tersedia dinilai belum mampu memenuhi kebutuhan di lapangan. Kebijakan tersebut berlaku untuk berbagai kondisi kebencanaan, termasuk penanganan dampak erupsi Gunung Anak Krakatau.

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengatakan keputusan mengenai tambahan anggaran belum dapat ditetapkan karena pemerintah masih menunggu perhitungan kebutuhan dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB).

- Advertisement -

Menurut Purbaya, BNPB menjadi pihak yang bertugas menghitung kebutuhan penanganan bencana berdasarkan kondisi dan skala dampak yang terjadi. Hasil perhitungan tersebut selanjutnya akan menjadi dasar bagi pemerintah dalam menentukan dukungan anggaran.

“Nanti kita tingkatkan sesuai permintaan, kan BNPB yang hitung. Nanti kita lihat seperti apa perhitungan BNPB. Kan sekarang saya belum terima,” kata Purbaya kepada wartawan di Jakarta dikutip Rabu (9/8).

Purbaya menjelaskan, sampai saat ini BNPB belum menyampaikan permintaan tambahan anggaran secara resmi kepada Kementerian Keuangan. Karena itu, pemerintah belum memiliki dasar untuk menetapkan besaran dana tambahan yang diperlukan.

- Advertisement -

Di sisi lain, BNPB masih mempunyai anggaran yang dapat digunakan untuk mendukung kegiatan penanganan bencana. Dana yang tersedia tersebut disebut mencapai hampir Rp1 triliun.

Ketersediaan anggaran tersebut membuat pemerintah belum perlu langsung menetapkan tambahan dana. Penggunaan anggaran akan terlebih dahulu disesuaikan dengan kebutuhan penanganan yang berlangsung di lapangan.

Mekanismenya, BNPB akan melakukan penghitungan terhadap kebutuhan pembiayaan, mulai dari penanganan dampak bencana hingga kebutuhan lain yang berkaitan dengan upaya penanggulangan. Setelah perhitungan selesai, BNPB dapat menyampaikan pengajuan kepada pemerintah.

Kementerian Keuangan kemudian akan mengevaluasi pengajuan tersebut dan menyesuaikan dukungan anggaran berdasarkan kebutuhan yang telah dihitung BNPB.

Pemerintah juga tidak menetapkan plafon tambahan yang bersifat kaku untuk penanganan bencana. Besaran dana akan mengikuti tingkat kerusakan, jumlah masyarakat yang terdampak, serta kebutuhan penanganan yang muncul di lapangan.

Kebijakan tersebut dinilai penting mengingat kondisi bencana tidak selalu dapat diproyeksikan secara pasti sejak awal. Kebutuhan anggaran dapat berubah seiring perkembangan situasi dan bertambahnya data mengenai dampak yang ditimbulkan.

Purbaya menegaskan, pemerintah pada prinsipnya siap meningkatkan dukungan fiskal apabila BNPB menyampaikan kebutuhan tambahan berdasarkan perhitungan yang jelas.

Dengan demikian, belum ada nominal tambahan anggaran yang ditetapkan pemerintah hingga saat ini. Pemerintah masih menunggu pengajuan resmi dan kalkulasi kebutuhan dari BNPB sebelum menentukan besaran dana yang akan ditambahkan.

Langkah tersebut sekaligus menunjukkan bahwa pembiayaan penanganan bencana akan dilakukan secara fleksibel mengikuti kebutuhan nyata di lapangan. Pemerintah memastikan keterbatasan anggaran tidak menjadi hambatan dalam upaya menangani dampak bencana dan mengurangi beban masyarakat yang terdampak.

Termasuk dalam konteks erupsi Gunung Anak Krakatau, pemerintah akan menyesuaikan dukungan pembiayaan dengan kebutuhan penanganan yang disampaikan BNPB. Selama kebutuhan tersebut telah dihitung dan diajukan melalui mekanisme yang berlaku, pemerintah membuka opsi untuk meningkatkan anggaran.

Saat ini, fokus pemerintah masih berada pada pemantauan kebutuhan dan kesiapan anggaran yang telah tersedia. Besaran tambahan dana baru akan diputuskan setelah BNPB menyampaikan perhitungan secara resmi kepada Kementerian Keuangan.

- Advertisement -

BACA LAINNYA

13 Orang Jadi Korban Ledakan Gudang Buah di Ciputat

JCCNetwork.id- Ledakan dahsyat yang terjadi di kawasan Pasar Cimanggis, Ciputat, Tangerang Selatan, Banten, pada Rabu (14/10/2026) malam, mengakibatkan 13 orang menjadi korban. Dari jumlah...
KONTEN VIDEO
Video thumbnail
Baru Dilantik, Kristomei Buka Peluang Rombak Personel BNPB Buntut Kasus Korupsi
08:29
Video thumbnail
Dedi Mulyadi Tanggapi Santai Isu Pindah ke PSI: Kabar dari Mana?
01:44
Video thumbnail
Momen Menta Amran Sebut Mahasiswi PPL Kesayangannya, Langsung Dihadiahi Motor #shorts #trending
01:15
Video thumbnail
Bikin Haru, Mentan Amran Sebut Mahasiswi PPL Kesayangannya hingga Dihadiahi Motor
11:01
Video thumbnail
Pasca Putusan MK Soal Peradilan Militer, Begini Reaksi Jenderal Maruli #shorts #trending
01:04
Video thumbnail
Resmi Dilantik Prabowo, Ini Tugas Penting Prof Satyawan Pimpin Badan Pengelola Gambut
09:05
Video thumbnail
Candaan Maruli Simanjuntak Ajak Wartawan Jalan-Jalan ke Pulau Terpencil Tak Berpenghuni
08:25
Video thumbnail
Menko Yusril Sesalkan Ada Kementerian yang Kerjanya Cuma Susun Aturan Enggak Selesai-selesai
12:56
Video thumbnail
Jenderal Maruli Respons Putusan MK soal Peradilan Militer, Hukuman Prajurit TNI Jauh Lebih Berat
10:20
Video thumbnail
Baru Dilantik Jadi Kepala BNPB, Kristomei Ungkap Perintah Prabowo Tangani Karhutla
08:46
Video thumbnail
Momen Zulhas Puji Bahlil Sebut Usia Lebih Muda, Kariernya Melaju Pesat
08:43
Video thumbnail
Prabowo Ubah Susunan Petinggi TNI, Tandyo dan Maruli Kini Bertukar Posisi #shorts #trending
01:24
Video thumbnail
Momen Khidmat di Istana, Prabowo Resmi Sematkan Tanda Jabatan Wakil Panglima TNI kepada Maruli
10:17
Video thumbnail
Prabowo Lantik Mayjen Kristomei Pimpin BNPB #shorts #trending
01:55
Video thumbnail
KDM Ungkap Pengalaman Pahit: Dibully, Dilempar Batu, sampai Disebut Dajal Sunda
09:01
Video thumbnail
Prabowo Lantik Jenderal Maruli sebagai Wakil Panglima TNI, Jenderal Tandyo Jadi Kasad
10:10
Video thumbnail
Prabowo Lantik Mayjen Kristomei Pimpin BNPB
09:28
Video thumbnail
Mentan Amran Geram Mafia Pangan Masih Berkeliaran, Surati Kapolri Minta Segera Ditindak
08:55
Video thumbnail
Bertemu Prabowo, Dirut PLN-Rosan Ungkap soal Transformasi PLN
04:30
Video thumbnail
Cak Imin Minta Kemenkeu Longgarkan Anggaran, Rakyat Harus Lebih Berdaya #shorts #trending
01:39

BERITA TERBARU

EKONOMI

TERPOPULER