JCCNetwork.id– Forum Group Discussion 4 Stakeholder, bertajuk “Mempertahankan Exustensi DIY dan Kebhinekaan Indonesia” dengan menghadirkan empat narasumber dari empat lembaga, berlangsung di Ruang Yudistira Kantor Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) Kamis (2/10/2023).
Diskusi ini dihadiri Kepala Bidang Politik dalam Negeri dan Ormas, Bagas Senoadji, A.TD., MT., mewakili Kepala Badan Kesangpol DIY., Ketua Forum Ketahanan dan Pembangunan Nasional (Forhanas) Prof. Dr. Djagal Wiseno Marseno., Ketua Bidang IT Forum Keistimewaan dan Kebhinekaan Indonesia (FKKI) Purdyanto., Ketua Ikatan Wartawan Online Indonesia (IWOI) Kabupaten Sleman, Yupiter Ome didampingi KSB dan bid.humas.,
Moderator Dr.Haryadi Baskoro, M.Hum, Pakar Keistimewaan DIY., serta Tim FKKI.
Pada kesempatan tersebut Kepala Bidang Politik dalam Negeri dan Ormas Kantor Badan Kesbangpol DIY Bagas Senoadji, menjelaskan bahwa salah satu tugas utama lembaganya (Kesbangpol) adalah melindungi masyarakat, termasuk organisasi masyarakat (ormas) di Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), yang saat ini berjumlah sekitar 5000 ormas , dan yang baru terregistrasi melalui Kantor Badan Kesbangpol DIY sekitar 800 Ormas.
“Ini memang tugas berat bagi Kesbangpol, tapi hal ini sebagai upaya agar Ormas-Ormas di DIY tidak dimasuki paham-paham radikalisme atau unsur-unsur yang lain yang mencemari NKRI,” tutur Bagas Senoadji.
Bagas menuturkan bahwa Kesbangpol DIY telah mengimplementasikan Sistem Kendali Registrasi Organisasi (SIKRESNO) pada tahun 2023 sebagai langkah perubahan untuk menjaga kerukunan dan perdamaian di DIY, terutama menjelang Pemilu 2024.
Ditambah lagi, DIY merupakan “Miniatur Indonesia” dari keragaman Indonesia, dengan mahasiswa dari berbagai suku bangsa nusantara datang ke Yogyakarta untuk mengejar ilmu ataupun melanjutkan studinya.
“Apalagi menjelang Pemilu 2024, yang akan digelar tepatnya tanggal 14 Februari 2024 mendatang, masyarakat pastinya berbeda partai Politik dan dukungan suara, Namun perlu diingat agar tetap damai,” jelas Bagas.
Sementara itu, Ketua Forhanas DIY, Prof.Dr. Djagal Wiseno, menekankan segenap seluruh wilayah khususnya DIY meski terus mengelola keberagaman dengan baik dan terus dijaga seperti saat ini. Langkah ini penting agar mencegah terjadinya konflik-konflik yang tidak diinginkan menjelang Pemilu 2024.
“Potensi pecahnya Kebhinekaan ini cukup besar sehingga perlu dikelola dengan baik dengan satu Instrumen yang bisa diwujudkan dalam bentuk kelembaban yang kuat,” jelasnya.
Bidang IT FKKI, Purdianto mempresentasikan rencana kerjasama pembuatan IT, akses data Ormas satu pintu melalui Kantor Badan Kesbangpol DIY.
“Kami berinisiasi membangun aplikasi terkait data-data setiap orang yang tergabung dalam ormas, sehingga latar belakang dari digitalisasi itu bisa terlihat dengan jelas,” paparnya.
Sementara itu Ketua IWO-Indonesia Kabupaten Sleman, Yupiter Ome, mengatakan, media adalah pilar ke empat dari sebuah negara Demokrasi seperti Negara Kesatuan Republik Indonesia.
Maka itu lanjut dia, wartawan yang tergabung dalam organisasi IWO-Indonesia khususnya siap membangun kerjasama yang baik dengan semua stakeholder dan Pemerintah, guna menciptakan kondusifitas, menjaga kerukunan dan persatuan menjelang pesta demokrasi Indonesia (Pemilu 2024) ,melalui pemberitaan media yang objektif , transparan, Independen dan anti-hoax.
“Wartawan-wartawan IWOI terus belajar menyesuaikan diri dengan situasi yang berkembang , tidak perlu ikut memanaskan suasana yang memang cenderung meningkat, seiring masa kampanye para kontestan,” ungkapnya.
“Anggota IWO-Indonesia diharapkan tidak hanya menerima , menyampaikan informasi kepada publik, tetapi informasi yang disampaikan harus memiliki nilai, dimana berita yang disajikan melalui berbagai media anggota IWO-Indonesia dapat menjadi rujukan informasi dan pemberitaan, hal ini adalah bagian dalam rangka menjaga eksistensi Keistimewaan Daerah Istimewa Yogyakarta, sekaligus cipta kondisi yang damai, demi persatuan dan kesatuan bangsa , menuju Indonesia Emas 2024,” tambah Yupiter.



